Hukum Memakan Semut
Jepang Dalam Islam
A. Pendahuluan.
Anda pernah melihat atau
mendengar dengan yang namanya
semut jepang? Berbeda dengan
semut lainnya, semut jepang
mempunyai tubuh yang cukup
keras. Semut jepang mempunyai
sayap, tapi tidak bisa untuk
terbang. Hewan ini hidup
berkelompok dan tidak saling
memakan satu dengan yang
lainnya.
Manfaat semut jepang:
Semut jepang mempunyai banyak
manfaat, antara lain adalah:
Dapat menurunkan kolesterol
dalam darah
Dapat menyembuhkan
penyakit jantung
Dapat digunakan sebagai
obat asam urat
Menstabilkan kadar gula
darah
Dapat meningkatkan vitalitas
Bisa sebagai obat penyakit
hati atau hepatitis
Dengan banyaknya khasiat dari
semut jepang, tidak mengherankan
jika banyak orang yang
mengkonsumsinya. Sayangnya,
mereka, terutama yang beragama
Islam, masih banyak yang belum
tahu hukum dari memakan semut
jepang tersebut, apakah halal
ataukah haram.
B. Permasalahan.
Bagaimanakah hukum
memakan semut jepang
dalam Islam?
C. Keterangan-keterangan.
Imam Al-Ghazali berkata dalam
kitabnya Ihya’ Ulumuddiin:
“Apabila ada semut atau lalat
masuk ke dalam periuk makanan,
maka tidak diharuskan
menumpahkan dan membuang
semua makanan yang ada di periuk
tadi, karena yang menjijikkan
adalah dzat dari bangkai semut dan
lalat tersebut.”
Di dalam kitab Tuhfatul muhtaaj,
karangan Imam Zakariya Al-
Anshari, disebutkan: “Apabila semut
jatuh ke dalam madu, kemudian
madu tersebut dimasak, maka boleh
memakan semut tadi (tidak perlu di
ambil semutnya) bersama madunya.
Namun, apabila jatuh di daging
yang memungkinkan untuk
memisahkannya, maka tidak boleh
memakannya dan harus dipisahkan
dengan daging yang dimasak.”
{Tuhfatu Al-Muhtaaj, 40/403}
Dari keterangan-keterangan di
atas, bisa kita tarik kesimpulan
bahwa hukum memakan semut
jepang dalam Islam adalah haram
dengan alasan bahwa semut adalah
hewan yang menjijikkan. Namun,
apabila semut masuk ke dalam
makanan yang mana sulit untuk
dipisahkan, maka hukumnya semut
tersebut boleh untuk dimakan
beserta makanan tersebut,
dikarenakan sulit untuk dipisahkan.
Namun, jangan menganggap semut
yang masuk ke dalam makanan dan
susah untuk dipisahkan dengan
makanan tersebut itu halal. Hukum
memakan semut dalam kasus ini
adalah ma’fu ‘Anhu (diampuni),
karena bagaimanapun, hukum
memakan semut adalah haram
dengan alasan hewan tersebut
menjijikkan (menurut Syara’/
syari’at).
Adapun memakan semut jepang
untuk obat, apabila masih ada obat
yang lain yang halal, maka
hukumnya tetap haram, karena itu
bukan keadaan yang darurat.
Kebolehan memakan perkara yang
diharamkan itu berdasarkan adanya
darurat menurut syara’, seperti
ketika kelaparan dan tidak ada
makanan yang bisa dimakan selain
bangkai dan apabila tidak makan
takut akan meninggal karena
kelaparan. Maka, boleh bagi kita
memakan bangkai tersebut yang
mana hukum asal memakan bangkai
adalah haram. Namun, karena
keadaan yang darurat, maka boleh
memakannya sekedar untuk
mempertahankan nyawa.
D. Penutup.
Demikianlah sedikit ulasan tentang
hukum memakan semut jepang
dalam Islam, semoga bermanfaat.
Sebarkanlah artikel ini dengan
memberikan Like, Tweet atau
komentar anda di bawah ini, agar
menjadi referensi bagi teman
jejaring sosial anda. Terima kasih.
semut jepang menurut islam
makan semut jepang
menurut islam
semut jepang
Sabtu, 13 Agustus 2016
hukum memakan semut jepang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar