Produk apa yang anda cari?

Sabtu, 13 Agustus 2016

75 Dosa Besar

Al-Insaanu Mahallu al-khatha` wa
al-nisyaan (Manusia itu tempatnya
salah dan lupa). Ungkapan di atas
menjadi pertanda bahwa
sesungguhnya, tak ada satu pun
manusia yang ada di dunia ini
luput dari kesalahan atau tak
pernah berbuat dosa.
Nabi Muhammad SAW, sebagai
seorang Nabi yang telah dijaga
kesalahannya oleh Allah (al-
Ma'shum) dan diampuni dosa-
dosanya, pernah melakukan
kekhilafan. Salah satunya sebagai
berikut. Saat Rasulullah SAW
sedang menerima tamu para
pembesar Quraisy dan sedang
berbincang-bincang, tiba-tiba
datanglah di hadapannya seorang
laki-laki buta yang bernama
Abdullah bin Ummi Maktum. Laki-
laki ini bermaksud menanyakan
sesuatu kepada Rasulullah SAW.
Namun, beliau merasa tidak 'suka'
dengan kedatangan Ibnu Ummi
Maktum ini sehingga beliau terlihat
bermuka masam. Atas sikap
Rasulullah SAW ini, Allah lalu
menegurnya melalui firman-Nya
dalam surah 'Abasa [80]: 1-42.
Bahkan, para nabi dan rasul
lainnya juga pernah berbuat
kekeliruan. Misalnya, Nabi Adam
memakan buah khuldi, Nabi Yunus
meninggalkan kaumnya, Nabi Musa
membunuh lelaki keturunan Bani
Israil, dan lain sebagainya. Ini
semua menunjukkan bahwa manusia
memang tempatnya salah dan
keliru.
Bila diperhatikan, kata 'manusia'
yang dalam bahasa Arab berasal
dari kalimat nisyan dengan
jamaknya Al-Insaan memiliki makna
pelupa. Hal ini menunjukkan bahwa
pada prinsipnya manusia itu suka
lupa, lalai, salah, dan khilaf.
Karena itu, benarlah bila
dikatakan, manusia itu tempatnya
salah dan lupa.
***
Dosa besar
Bila berbicara masalah dosa dan
kesalahan, manusia tentunya
pernah berbuat dosa yang kecil
dan dosa besar. Dosa-dosa atau
kesalahan yang diperbuat itu
antara lain adalah berdusta
(berbohong), memasang duri di
jalan, mencuri, meninggalkan shalat,
tidak menunaikan zakat, enggan
melaksanakan haji walau sudah
mampu, menggunjing (ghibah),
korupsi, berzina, memakan harta
anak yatim, dan lain sebagainya.
Di antara perbuatan tersebut
terdapat dosa-dosa besar dan
kecil.
Apa saja dosa-dosa besar itu?
Berapa banyak jumlahnya? Para
ulama berbeda pendapat mengenai
dosa-dosa besar itu. Ada yang
mengatakan jumlahnya tujuh, 70,
hingga 700. Menurut Ibnu Abbas
RA, dosa besar itu ada 70 dan
jumlah ini mendekati kebenaran
daripada tujuh.
Dalam sebuah hadis yang
disepakati oleh para ahli hadis
(muttafaq alaih), dosa besar itu
ada tujuh. Rasulullah SAW
bersabda, ''Jauhilah oleh kalian
tujuh dosa yang membinasakan.''
Ditanyakan kepada Rasulullah SAW,
''Apa saja, ya, Rasulullah?'' Nabi
menjawab, ''Syirik (menyekutukan
Allah dengan lainnya), membunuh
jiwa (manusia) yang dilarang Allah
selain dengan dasar yang
dibenarkan (oleh agama), memakan
harta anak yatim, memakan riba,
berpaling mundur saat perang, dan
menuduh zina terhadap wanita-
wanita terhormat. Mereka tidak
tahu-menahu dan mereka wanita-
wanita beriman.'' (Muttafaq Alaih).
Berkenaan dengan ini pula, Syekh
Syamsuddin Muhammad bin Qaimaz
at-Turkumani Al-Fariqi ad-Dimasqi
asy-Syafii Adz-Dzahabi (673-748
H/1274-1348 M) memetakan dosa-
dosa besar dalam sebuah buku
yang berjudul al-Kaba`ir.
Dalam kitabnya setebal 179
halaman tersebut, Adz-Dzahabi
menyebutkan, ada banyak
perbuatan dosa yang sering dan
biasa dilakukan oleh manusia. Di
antaranya terdapat perbuatan dosa
besar. Dalam kitabnya ini, Adz-
Dzahabi menuliskan sebanyak 70
dosa besar. Dan, ke-70 dosa besar
itu antara lain adalah syirik
(menyekutukan Allah dengan
sesuatu), membunuh, sihir,
meninggalkan shalat, tidak
mengeluarkan zakat, berbuka puasa
di bulan Ramadhan tanpa uzur,
meninggalkan haji di saat mampu,
dan durhaka kepada kedua orang
tua.
***
Selain itu, yang termasuk dalam
dosa besar juga adalah bermusuhan
dengan sanak saudara, berzina,
melakukan hubungan seksual
dengan sesama jenis (homoseksual
dan lesbian), riba, memakan harta
anak yatim dan menzaliminya,
berdusta atas nama Allah dan
Rasul-Nya, lari dari perang,
melakukan penipuan dan kezaliman
kepada rakyat, sombong, bersaksi
palsu, meminum khamar, berjudi,
menuduh wanita baik-baik berbuat
zina, dan curang dalam melakukan
pembagian harta rampasan perang.
Dosa besar lainnya adalah mencuri
(korupsi), menodong, bersumpah
palsu, berbuat zalim, melakukan
pungutan liar (pungli),
mengonsumsi dan mengoleksi
barang haram, bunuh diri,
kebiasaan berbohong, hakim yang
jahat, menerima suap (menyogok),
wanita bergaya laki-laki dan
sebaliknya, serta suami yang acuh
tak acuh dengan perbuatan buruk
istri dan calo dalam kejahatan,
mempermainkan pernikahan, riya,
berkhianat, mengadu domba, ingkar
janji, percaya kepada dukun dan
paranormal, menyakiti tetangga,
memanjangkan pakaian karena
bangga dan sombong, menyakiti
wali-wali Allah, berbuat makar,
menyebarkan rahasia kaum Muslim,
dan menghina sahabat Nabi SAW.
***
Dalam al-Kaba`ir ini, Adz-Dzahabi
mendefinisikan bahwa yang
dimaksud dengan perbuatan dosa
besar ialah segala hal yang
dilarang Allah sebagaimana yang
telah dijelaskan dalam Alquran dan
sunah serta para ulama salaf.
Ke-70 dosa besar itu, menurut
Adz-Dzahabi, adalah penjabaran
dari tujuh dosa besar yang
disepakati oleh para ulama dan ahli
hadis. Sedangkan, 70 dosa besar
tersebut berdasarkan riwayat dari
Ibnu Abbas RA.
Kitab ini terbilang sangat menarik.
Mengingat, penulis menyertakan
perbuatan dan kategori dosa besar
itu berdasarkan dalil-dalil Alquran,
hadis Nabi SAW, dan pendapat
para ulama.
***
Syirik
Di dalam kitabnya ini, Adz-Dzahabi
menempatkan dosa yang paling
besar adalah syirik kepada Allah.
Dalam Alquran, Allah SWT
menyatakan, tidak akan
mengampuni jika Dia disetarakan
dengan makhluk ciptaannya.
''Sesungguhnya, Allah tidak
mengampuni jika Dia disekutukan
dan Dia mengampuni dosa selain
itu bagi siapa saja yang
dikehendaki-Nya.'' (Annisaa' [4]:
48, 116). Dan, mereka akan kekal
di neraka (QS Almaidah [5]: 72).
Adz-Dzahabi membagi jenis syirik
ini pada dua hal, yakni syirku al-
akbar (syirik besar) dan syirku al-
ashghar (syirik kecil). Menurut
Adz-Dzahabi, yang termasuk syirik
besar adalah menyekutukan Allah
dengan segala sesuatu, termasuk
dengan menyamakannya dengan
makhluk ciptaan-Nya. Tempat
orang yang melakukan perbuatan
ini adalah neraka.
Sedangkan, yang termasuk dalam
kategori syirik kecil, jelas Adz-
Dzahabi, adalah riya, sebagaimana
ditegaskan Allah SWT dalam
Alquran. ''Barang siapa mengharap
perjumpaan dengan Tuhan-nya,
hendaknya ia mengerjakan amal
yang salih dan janganlah ia
mempersekutukan seorang pun
dalam beribadah kepada Tuhan-
nya.'' (QS Alkahfi [18]: 110).
Dalam hadis Nabi SAW, juga
disebutkan, ''Menjauhlah kalian
dari syirik kecil, yakni riya.'' (Hlm
8-9).
Mengutip pendapat Fudhail bin
'Iyadh, Adz-Dzahabi menjelaskan,
berbuat sesuatu dengan tujuan
untuk dipamerkan kepada orang
lain termasuk perbuatan syirik

Assalamualaikum sobat muslim kali ini
saya akan membahas tentang
beberapa dosa besar yang saya
ketahui. Untuki memperjelas
penjelasan saya tentang dosa besar,
saat ini saya akan menjelaskannya
secara garis besar saja.
Seperti yang anda ketahui Dosa
besar ialah segala sesuatu yang di
larang oleh Allah dan RasulNya yang
tercantum di dalam AlQur'an dan Al
Hadits dan Atsar dari para ulama
yang saleh.
Berikut ini ialah beberapa dosa
besar :
1. Menyekutukan Allah (Syirik)
2. Membunuh orang dengan sengaja
3. Sihir
4. Meninggalkan Shalat
5. Enggan membayar Zakat
6. Tidak berpuasa Ramadhan dengan
Tanpa Alasan
7. Enggan menunaikan Haji
8. Durhaka kepada kedua Orang Tua
9. Menjauhi Kerabat (Memutuskan
Shilaturrahmi)
10. Berzina
11. Homo Sexual
12. Riba
13. Memakan Harta Anak Yatim
dengan cara Zalim
14. Berdusta
15. Melarikan Diri dari Peperangan
16. Pemimpin yang menipu Rakyat
17. Berlaku Sombong
18. Kesaksian Palsu
19. Minum Minuman Keras
20. Berjudi
21. Menuduh perempuan baik
Berzina
22. Berkhianat dalam harta rampasan
perang
23. Mencuri
24. Merampok
25. Sumpah palsu
26. Perbuatan Lalim
27. Membantu perbuatan Lalim
28. Memperoleh kekayaan dengan
cara haram
29. Bunuh diri
30. Biasa berbuat dusta
31. Hakim yang durhaka
32. Menyuap dalam soal hukum
33. Perempuan menyerupai laki-laki
dan laki-laki menyerupai perempuan
34. Mengasuh keluarga dalam dosa
35. Kawin cinta buta
36. Sisa kencing yang tidak di
bersihkan
37. Riya' (pamer)
38. Menyembunyikan Ilmu
39. Khianat
40. Mengungkit-ngungkit pemberian
41. Mengingkari takdir
42. Menyelidiki rahasia orang
(Tajassus)
43. Mengadu domba orang (Nammam)
44. Mengutuk orang muslim
45. Mengingkari janji
46. Percaya kepada dukun dan
tukang ramal (Kahin dan Arraf)
47. Nusuz seorang perempuan
terhadap suaminya
48. Menggambar patung atau
makhluk hidup lainnya
49. Meratapi orang mati (Nihayah)
50. Berlaku Rusuh
51. Berlaku Lalim terhadap orang
yang lemah
52. Menyakiti hati tetangga
53. Menyakiti dan mencaci maki
orang muslim
54. Durhaka terhadap hamba Allah
55. Mengagumi diri dan sombong
dengan berpakaian yang berlebih-
lebihan
56. Menyembelih binatang untuk
sesajen
57. Hamba sahaya melarikan diri dari
tuannya
58. Memalsukan keturunan
59. Menentang kebenaran
60. Enggan memberikan kelebihan air
61. Mengurangi timbangan dan
takaran
62. Berbuat dosa tetapi merasa aman
dari kemurkaan Allah
63. Meninggalkan Jama'ah Jum'at
64. Curang dalam berwasiat
65. Tipu daya
66. Mencaci orang Islam dan
membeberkan rahasianya
67. Makan dan minum pada bejana
emas atau perak
68. Mencela sahabat Nabi Muhammad
Saw
69. Buang air besar di tempat
berteduh
70. Kencing di tempat air untuk
mandi
71. Nifak
72. Lupa kepada Allah
73. Berlaku kikir
74. Memakan empat makanan yang di
haramkan
75. Kufur kepada Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar