Produk apa yang anda cari?

Jumat, 07 Oktober 2016

BENARKAH ADA KEHIDUPAN MANUSIA DI PLANET LAIN?


Jika hal ini ditanyakan kepada
seseorang di antara kita, ternyata
satu sama lain memberikan
jawabanyang berbeda. Tetapi
kebanyakan di antara mereka
memberikan jawaban tidak ada,
belum yakin,ragu-ragu karena
dikatakan oleh mereka bahwa
sekarang ini Amerika atau orang
Barat belummenemukan. Inilah
kenyataan yang terjadi, bahwa
orang cenderung lebih percaya
kepada orang Amerika
daripada kepada Wahyu yang ada
dalam Al Qur’an.Hal demikian
memang wajar-wajar saja, karena:
1. Pihak Amerika-lah yang
memang getol mengadakan
penelitian tentang keadaan ruang
angkasa, makamereka yang
dianggap lebih mengetahui kondisi
ruang angkasa itu.
2. Dari hasil penelitian
pihak Amerika maupun Negara lain
yang juga menyelidiki ruang
angkasa belumada tanda-tanda
tentang kehidupan di luar Bumi ini.
3. Para ilmuwan Muslim
sendiri hampir tidak ada yang
mengadakan penelitian ke ruang
angkasa, sehingga mereka lebih
baik menunggu hasil penelitian
mereka.
4. Para ilmuwan Muslim
dalam penyelidikan tentang Al
Qur’an barangkali masih belum
menyeluruh,sehingga kalau diberi
informasi tentang Kitab Sucinya
sendiri masih ragu, bahkan
cenderung menolak karena kata
mereka di Al Qur’an tidak ada yang
menyatakan begitu. Itulah
fenomena yang terjadi dalam
masyarakat kita, terutama
masyarakat Islam sendiri karena
kurangnya informasi tentang Al
Qur’an, tetapi anehnya kalau diberi
tahu tentang Al Qur’an juga belum
tentu mau menerima atau paling
tidak merupakan bahan kajian,
tetapi itulah faktanya. Sementara
bagi orang-orang yang memang
benar-benar beriman kepada
penjelasan Allah yang disampaikan
oleh Nabi tentu menanyakan
kepada Nabi. Akan tetapi karena
sekarang Nabi sudah tiada, maka
kita harusmenanyakan kepada yang
mengutus Nabi yaitu Allah dimana
Allah telah menjelaskan semua itu
melaluiWahyu dalam Al
Qur’an.Memang dalam menanggapi
keterangan yang sangat
mengejutkan ini haruslah dengan
kejernihan hati, dan jangan
ditanggapi dengan keangkuhan
kepala (otak), dengan hati yang
jernih, maka kepala punakan
dingin. Ada beberapa hal yang
perlu dipahami secara cermat dan
hati-hati agar kita benar-benar
memperoleh pengertian yang
sewajarnya dan dimengerti oleh
semua pihak. Hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah:
1. Pengertian tentang
DUNIA.
2. Pengertian tentang
SAMA’/SAMAWAT.
3. Pengertian tentang
DABBAH.
DUNIA
Selama ini orang
menganggap seolah-olah yang
dimaksud dunia ini hanyalah Bumi
ini saja,  padahal dunia itu begitu
luasnya, sedangkan Bumi ini
hanyalah merupakan debu yang
sangat kecil jika dibandingkan
dengan dunia. Dunia adalah
semesta raya ini dan bukannya
hanya Bumi saja, karena itu kalau
kita sering mendengar bahwa dunia
ini nantinya akan dihancurkan pada
hari kehancuran total dengan
istilah “Yaumus Sa’ah”, maka yang
dihancurkan bukan hanya Bumi ini,
tetapi seluruh jagad raya yang ada
di semesta ini.Semesta raya ini
terdiri dari milyaran Bintang, setiap
Bintang di angkasa merupakan satu
solar system (Tata Surya).  Oleh
karena itu hendaklah kita merubah
cara berpikir dalam memahami
suatu persoalan sehingga
pengertian itu bisa diterima oleh
pikiran secara wajar dan sejalan
dengan ilmu pengetahuan.
Informasi yang selama ini telah
berkembang di kalangan
masyarakat, baik masyarakat Islam
maupunumum bahwa Hari Qiyamat
itu adalah hari kehancuran total,
padahal pengertian seperti itupun
harus diadakan koreksi, agar bisa
dipahami secara rasional.
Sehubungan dengan hari
kehancuran total ada dua istilah
yang harus dipahami dengan hati
yang jernih yaitu:
Yaumul Qiyamah dan
Yaumus Sa’ah. Qiyam artinya
“berdiri” sedangkan Sa’ah artinya
“waktu”. Maka Hari Qiyamat adalah
suatu hari berdiri atau hari
kebangkitan di akhirat nanti,  maka
dia bukanlah hari kehancuran total.
Sedangkan Sa’ah yaituhari dimana
yang hidup ini akan mati, termasuk
dunia atau jagad raya ini akan
dihancurkan maka itulah yang
dimaksud dengan Yaumus Sa’ah
atau hari kehancuran total tadi.
Maka antara Hari kehancuran
totaldengan hari kiamat jelas
waktunya sangat berbeda.
Pemahaman demikian juga
termasuk point tentang
pengertian suatu istilah
dalam Ayat Al Qur’an.  Jika dalam
memahami suatu istilah kurang
tepat makaakan terjadi kesalahan
dalam penentuan kesimpulan.
Maka semakin jelas bahwa yang
dimaksud dengan  “DUNIA”  adalah
semesta raya ini atau jagad raya
inidan bukan Bumi ini saja.  Sebagai
bahan penganalisaan perhatikan
petunjuk Allah dalam surat Al-Mulk
(67) ayat 5 berikut ini :
*Terjemahan Departemen Agama RI.
Pelita II/1977-1978:
Sesungguhnya kami telah
menghiasi langit yang dekat
dengan bintang-bintang dan Kami
jadikan bintang-bintang itu alat
pelempar setan. Dan Kami sediakan
mereka siksa Neraka yang menyela-
nyala.
*
Terjemahan Lembaga Percetakan Al
Qur’an Raja Fahd di Madinah al
Munawarah; Surat Mulk ayat5, hal
956:
Sesungguhnya Kami telah
menghiasai langit yang dekat
dengan bintang-bintang dan Kami
jadikan bintang-bintang itu alat-
alat pelempar syaitan, dan Kami
sediakan bagi mereka siksa Neraka
yang menyala-nyala.
*Selanjutnya terjemahan Proff.
Mahmud Yunus, penerbit Alma ‘Arif,
Bandung:
Sesungguhnya Kami hiasi langit
yang hampir ke dunia dengan
beberapa pelita (bintang-bintang)
dan Kami jadikan tahi-tahi bintang
untuk pelempar syetan-syetan, dan
Kami sediakan untuk mereka
siksa neraka.
Secara wajar Ayat tersebut
sebaiknya diartikan sebagai
berikut: “Dan sungguh Kami hiasi
ANGKASADUNIA = angkasanya
semesta raya (langitnya semesta
raya ini) dengan bintang-bintang
(pelita-pelita)dan Kami jadikan dia
(bintang-bintang itu) ancaman
(rujuman) bagi setan-setan. Dan
kami sediakan atas mereka siksa
yang membakar”.Jika “sama’a
dunya” diartikan dengan “langit
yang dekat dengan Bumi” atau
“langit yang hampir ke dunia”maka
langit manakah yang jauh dari
dunia, atau bahkan pengertian
dunia seolah-olah hanyalah Bumi
ini. Maka semestinya dia harus
diartikan “angkasa dunia”, dia
adalah angkasanya atau langitnya
semesta raya ini dan bukan hanya
langitnya Bumi. Jadi petunjuk Allah
pada surat Al-Mulk (67) ayat 5
tersebut diatas memberikan
penjelasan kepada manusia bahwa
semua bintang-bintang itu
merupakan hiasan yang sangat
indah yang ada di angkasa atau
langitnya dunia atau langitnya
semesta raya. Coba perhatikan
ketika malam hari betapa
jumlahbintang yang milyaran itu
tak terhitung banyaknya, sangat
indah menghiasi angkasa (langit) di
semestaraya jika dipandang dari
Bumi maupun dari planet lain.
Semua bintang itu tidak hanya
diatas Bumi sajatetapi tersebar di
seluruh jagad raya, maka benarlah
kalau demikian bahwa yang
dimaksud dengan dunia adalah
seluruh jagad raya ini, karenanya
kalau nanti dunia akan dihancurkan
pada Hari Sa’ah adalah seluruhnya
bukan hanya Bumi. Kemudian
dalam Ayat tersebut diatas
dijelaskan bahwa bintang-bintang
itu merupakan ancaman bagi setan-
setan, tentunya nanti di Akhirat
dan bukannya sebagai pelempar
setan. Kapan Allah pernah
melempar setan dengan bintang
yang sangat besar itu?  Padahal
keadaan bintang itu sama dengan
Surya (Matahari) kita,  maka setan
mana yang dilempar dengan benda
sebesar itu. Untuk memahami
pengertian tentang setan maka
perhatikanlah petunjuk Allah
berikut ini:
*Surat Al-Baqoroh (2) ayat 14
Dan bila mereka berjumpa dengan
orang-orang yang beriman, mereka
mengatakan: “Kami telah beriman.”
Dan bila mereka berlalu kepada
syaitan-syaitan mereka, mereka
mengatakan: “Sesungguhnya kami
bersama dengan kamu, kami
hanyalah berolok-olok.
*Surat Al-An’am (6) ayat 112
Dan demikianlah Kami
jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu
musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari
jenis) manusia dan (dari jenis) jin,
sebahagian mereka mewahyukan
kepada sebahagian yang lain
perkataan-perkataan yang mewah
fatamorgana. Jikalau Tuhanmu
menghendaki, niscaya mereka tidak
mengerjakannya, maka biarkanlah
mereka dan apa yang mereka ada-
adakan .
Dari dua ayat diatas dapat
dipahami bahwa setan itu adalah
terdiri dari setan jin dan setan
manusia,maka dia adalah sifat yang
dimiliki oleh jin dan manusia yang
senantiasa melanggar atau
menolakhukum-hukum Allah,
karena itu setan-setan itu diancam
dengan Neraka (API) tetapi itu baru
ancaman,dan pelaksanaannya
adalah nanti di Akhirat. Tentunya
yang berlaku bagi manusia
bukanlah setan jin tetapi setan
manusia, karena itu banyak Ayat
yang menyatakan bahwa setan itu
adalah musuh nyata bagimu,
artinya setan itu nyata dan kongkrit
berupa setan manusia yang
senantiasa menentang hokum Allah
dan mengajak manusia lain untuk
kafir atau menolak. Maka yang
dimaksud dengan dunia bukanlah
hanya Bumi ini tetapi seluruh
semesta atau jagad raya. Kalau ada
orang mengatakan bahwa hidup di
dunia ini, berarti hidup di jagad
raya ini dan bukan hanya diBumi
saja. Kalau dunia akan dihancurkan,
maka yang dihancurkan bukan
hanya Bumi ini saja tetapi seluruh
semesta. Sedangkan Bumi ini
hanyalah salah satu planet dari
anggota Tata Surya kita,sedangkan
Tata Surya kita ini hanyalah
merupakan gugus Bima Sakti berarti
hanya bagian kecil dariBima Sakti
itu.Coba kita perhatikan ada berapa
Galaksi di angkasa itu yang di
dalamnya ada milyaran bintang-
bintang,untuk apa semua itu
diciptakan Allah kalau dibiarkan
kosong tanpa penghuni,
Mubazirkan ? padahalsemua itu
diciptakan Allah bukan untuk main-
main ?
SAMA’/SAMAWATMemang benar
bahwa berdasarkan arti bahasa
bahwa Samawat adalah bentuk
jamak dari Sama’ yang pada
umumnya diartikan “langit” atau
“angkasa”. Namun sejalan dengan
perkembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi, maka sama’ belum
tentu selalu berarti langit.
Sedangkan yang dimaksud langit
adalah awang-awang kosong begitu
luasnya. Tiap-tiap planet memiliki
langit, sedangkan planet-planet itu
tak terhitung jumlahnya di semesta
raya ini. Di dalam wilayah Tata
Surya kita saja ada10 planet dan
baru 9 yang diketemukan dan
masing-masingnya memiliki langit.
Sebagai ilustrasi kami berikan
keterangan lain yang hampir
mempunyai nilai pandang yang
sama. Kalau orang membuat balai
untuk tempat tidur yang terbuat
dari kayu biasa (bukan Spring Bed)
maka ketika tempat tidur itu
dipasang, dibawahnya ada suatu
ruangan yang biasa disebut
“kolong” atau orang Jawa bilang
“longan”. Ketika orang sedang
membuat balai tempat tidur tadi,
maka dia sama sekali
tidakmerencanakan untuk membuat
kolong atau longan tadi. Tetapi
setelah tempat tidur itu dipasang
maka mau tidak mau longan atau
kolong itu pasti jadi dengan
sendirinya. Dan kalau tempat tidur
itu dibongkar maka longan tadi pun
akan hilang dengan sendirinya.
Ilustrasi ini seperti halnya langit
tadi. Ketika dulunya semesta raya
ini belum ada yang ada
hanyalahkekosongan, dan tidak ada
yang namanya langit. Tetapi
setelah Allah menciptakan seluruh
bintang dan planet-planet itu maka
muncullah yang namanya langit
tadi. Akan tetapi kalau nantinya
Allah menggulungsemua benda-
benda angkasa itu maka yang
disebut langit itu akan lenyap
dengan sendirinya. Maka Allah
tidak pernah menciptakan langit,
karena langit itu ada dengan
sendirinya. Demikian juga
orangyang membuat tempat tidur
tadi tidak pernah membuat longan
tetapi jadi dengan sendirinya
ketikatempat tidur itu dipasang.
Itulah gambarannya langit menurut
logika dan juga menurut Ilmu
Pengetahuandan Teknologi.
Berdasarkan keterangan para ahli
astronomi/ahli ruang angkasa
bahwa langit Bumi ini saja ada tiga
lapis:* Lapisan s.d. 11 mil di atas
Bumi disebut TROPOSFIR/
ATMOSFIR.* Lapisan 11 s.d. 300 mil
di atas Bumi disebut STRATOSFIR.*
Lapisan di atas 300 mil disebut :
IONOSFIR.
Kesemuanya itu disebut dengan
“LANGIT” yang menurut Al Qur’an
disebut: SAMA’. Sekiranya orang
mau memperhatikan Ayat-ayat Al
Qur’an maka masing-masing istilah
Sama’ ternyata mempunyai arti
yang berbeda satu sama lain. Tetapi
dalam memahami pengertian ini
hendaknya dengan kejernihan
hati,sehingga pikiran menjadi
tenang.
*Surat Al-An’am (6) ayat 99
DIA-lah yang menurunkan air
(hujan) dari sama’ (atmosfir) lalu
Kami keluarkan dengannya
tetumbuhan…
*Surat Al-Baqoroh (2) ayat 29
DIA-lah yang menciptakan untukmu
apa-apa di Bumi semuanya,
kemudian menyelesaikan atas
sama’ (Tata Surya) lalu DIA
sempurnakan tujuh Samawat
(planet-planet) dan DIA
mengetahui tiap sesuatu.
*Surat An-Nahl (16) ayat 79
Tidaklah mereka memperhatikan
pada yang melayang diedarkan
pada kekosongan angkasa (yaitu
Tata Surya), tiada yang menahan
kecuali DIA (ALLAH). Bahwa pada
yang demikian merupakan Ayat
bagi kaum yang beriman.
*Surat Al-Furqon (25) ayat 25
Dan pada hari terpecah sama’ (Tata
Surya) dengan bencana besar dan
diturunkan Malaikat
dengan turunnya.
*Surat Fushilat (41) ayat 11
Kemudian menyelesaikan atas
sama’ (Tata Surya) dan dia berupa
gumpalan api (waktu itu) lalu DIA
katakan padanya (sama’) dan pada
Bumi, datanglah (berfungsilah)
secara patuh atau
terpaksa.Keduanya berkata: “kami
datang secara patuh (berfungsi
menurut orbitnya masing-masing).
Kalau diperhatikan, maka sama’
mempunyai berbagai arti:* Sama’
bisa berarti atmosfir.* Sama’ bisa
berarti Tata Surya.* Sama’ bisa
berarti semesta raya ini.* Sama’
bisa berarti angkasa/langit.Kalau
kita perhatikan dengan seksama
maka: Surat Al-An’am (6) ayat 99,
menyatakan bahwa
hujanditurunkan dari sama’, maka
dia pasti turun dari atmosfir. Karena
tidak mungkin hujan itu turun dari
stratosfir apalagi dari ionosfir.Surat
Al-Baqoroh (2) ayat 29 dinyatakan
bahwa Bumi ini banyak dengan
istilah “Ardhu
jami’an” (Bumisemuanya), sebab
kalau Bumi hanya satu tidak
mungkin dikatakan semuanya.
Kemudian dinyatakandiselesaikan
atas sama’ berarti Bumi yang
jumlahnya banyak itu menjadi satu
susunan sama’ yangmestilah satu
Tata Surya, dengan keterangan ada
tujuh Samawat (planet-planet) di
atas Bumi ini. Makasama’ pada ayat
ini berarti adalah Tata Surya.Surat
An-Nahl (16) ayat 79 yang

menyatakan benda yang melayang
pada kekosongan angkasa
berartiadalah seluruh benda-benda
angkasa atau Tata Surya itu memang
melayang yang diedarkan
padakekosongan angkasa berarti di
semesta raya itu, maka sama’ disini
adalah semesta raya. SuratAl-
Furqon (25) ayat 25 menyatakan :
“Pada hari terpecah sama’

dengan bencana besar, …..
makasama’ pada Ayat tersebut
tidak mungkin diartikan “langit”
yang terpecah, tapi yang terpecah
adalah TataSurya itu. Yaitu pada
saat terjadinya bencana besar
(kehancuran total) maka seluruh
Tata Surya itu akanterpecah
susunannya, tidak beraturan karena
adanya benturan dan goncangan
yang sangat dahsyat
Maha mendengar dan melihat.
*Surat An-Nahl (16) ayat 49
Dan bagi Allah Sujud apa-apa yang
di Samawat dan apa-apa yang di
Bumi dari dabbah dan Malaikat
dan mereka tidak menyombongkan
(diri).
Ayat-ayat tersebut dapatlah
dipahami sebagai berikut:
1. Allah yang menyusun
(menciptakan)
Samawat dan Bumi, dan
keadaan di Samawat itu
juga terjadi
perkembangbiakan
baik binatang ternak
maupunmanusia,
sehingga keadaan di
sana menjadi ramai
karena mestinya jumlah
penduduknya semakin
lama semakin banyak.
2. Diantara masyarakat
manusianya yang ada di
sana juga melakukan
sujud kepada Allah
dalam artiShalat dalam
rangka melaksanakan
perintah Allah
sebagaimana yang ada
di Bumi ini. Dari
SuratAn-Nahl (16) ayat
49 itu dibedakan antara
dabbah dan Malaikat,
padahal pengertian
dabbah itu termasukdi
dalamnya adalah
manusia.
3. Maka tidak ada alasan
bahwa yang sujud
disana hanyalah
Malaikat tetapi juga
termasuk di
dalamnyaadalah
manusia. Lagi pula
apakah Malaikat itu
harus berpasang-
pasangan sebagaimana
yang dimaksudpada
Surat As-Syuura (42)
ayat 11 tadi. Maka yang
berpasangan (jodoh)
dan kemudian menjadi
banyakadalah manusia
dan binatang-
binatang.Selanjutnya
perhatikan analisa Ayat
berikut ini:
*Surat Ali-Imron (3) ayat 190
Sesungguhnya pada penciptaan
Samawat dan Bumi serta pergantian
siang dan malam
merupakan pertanda bagi ulul albab
(para peneliti/ahli pikir).
*Surat Ruum (30) ayat 22
Dan dari ayat-ayat-NYA penciptaan
Samawat dan Bumi serta perbedaan
lidahmu (bahasamu) dan warnamu,
bahwa pada yang demikian adalah
ayat bagi orang-orang yang ingin
tahu.
*Surat Al-Ma’aarij (70) ayat 40
Maka janganlah AKU bersumpah
dengan Tuhan timur-timur dan
barat-barat, bahwa Kami
adalah menentukan.
Perhatikanlah bahwa di Samawat
yang diciptakan Allah itu juga
terjadi adanya pergantian siang
dan malam seperti halnya di Bumi
ini. Di sana juga manusianya terdiri
dari bermacam-macam bahasa serta
perbedaan warna kulitnya,
sebagaimana yang kita saksikan di
muka Bumi ini, ada yang berkulit
putih,ada yang sawo matang, ada
yang hitam dan lain-lain. Istilah
timur-timur dan barat-barat
menandakan bahwa timur dan
baratnya itu banyak (tidak hanya
satu),maka disetiap Samawat itu
juga ada timur dan baratnya,
seperti juga yang ada di Bumi ini.
dan semua timur dan barat yang
ada di sana itu juga merupakan
daerah kekuasaan Allah yang satu.
Arah timur dan barat itu ada karena
adanya kutub utara dan selatan,
yang kemudian berbentuk globe
seperti Bumi ini,maka kemudian
timbulah suatu arah yang orang
mengatakan timur dan barat itu.
Kalau sekiranya Samawat itu
diartikan langit, maka orang akan
kesulitan bahkan tidak mungkin
bias menentukan arah yang
dinamakan dengan timur atau barat
itu. Itulah makna Al Qur’an sebagai
petunjuk bagi semua manusia yang
suka memikirkan. Dalam
keterangan ini juga merupakan
pemahaman tentang istilah dalam
Ayat yang harus dipahami
berdasarkan pemikiran secara wajar
sehingga bisa dimengerti oleh
semua pihak dan sejalan dengan
keadaan yang berlaku di jagad raya
ini. Kalau setiap keterangan tidak
bisa dipahami menurut akal sehat,
maka siapapun akan selalu
bertanya-tanya, bahkan selalu
dibayangi keraguan, akibatnya
muncul sikap masa bodoh dan tidak
ada
kepastian.  Hal demikian terjadi
karena hampir sebagian besar
orang-orang Islam kurang serius
dalam menganalisa dan mendalami
Al Qur’an, bahkan cenderung
monotone secara tradisional secara
turun temurun dengan doktrin yang
mematikan kreatifitas. Orang lebih
suka mengikuti apa yang sudah ada
tanpa ada keberanian untuk
melakukan pendalaman dan
pengkajian secara teliti, walaupun
pengertian yang di dapat selama ini
banyak yang bertentangan dengan
alam pikirannya sendiri. Ironisnya
para Sarjana kita pun masih banyak
yang mengikuti cara-cara seperti
itu, walaupun tidak semuanya.
Selanjutnya perhatikan Ayat-ayat
berikut:
*Surat Luqman (31) ayat 10 dan 20
10) DIA ciptakan Samawat (planet-
planet) tanpa tiang seperti yang
kamu lihat, dan DIA tempatkan
di Bumi rawasia untuk memberi
kekuatan padamu, dan DIA
kembang biakkan padanya dari
dabbah dan Kami turunkan air dari
angkasa lalu Kami tumbuhkan
padanya dari setiap pasangan yang
mulia. 20)Tidakkah kamu
perhatikan bahwa Allah
mengedarkan untukmu apa-apa
yang di Samawat dan apa-apa yang
di Bumi serta mencukupkan atasmu
nikmat-NYA lahir batin? Dan dari
manusia itu ada yang menyanggah
Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk
dan tanpa Kitab yang
menerangkan.
*Surat Saba’ (34) ayat 24
Katakanlah : Siapakah yang
memberi rezki padamu di Samawat
dan Bumi? Katakanlah:
ALLAH,Kamikah atau kamukah atas
petunjuk atau pada kesesatan
nyata.
*Surat Al-Jatsiyah (45) ayat 13
Dan DIA edarkan bagimu apa-apa
yang di Samawat dan apa-apa yang
di Bumi semuanya dari-NYA.Bahwa
yang demikian adalah Ayat bagi
kaum yang berpikir.
*Surat Ali-Imron (3) ayat 83
Apakah selain agama Allah yang
mereka cari? Padahal bagi-NYA
telah Islam orang-orang yang
di Samawat dan di Bumi dengan
patuh dan terpaksa, dan
kepadaNYA mereka akan
dikembalikan.
*Surat Yusuf (12) ayat 105
Banyak diantara Ayat-ayat di
Samawat dan di Bumi mereka
melewatinya dan berpaling
padanya.
*Surat Ad-Dukhaan (44) ayat 38
Tidaklah Kami ciptakan Samawat
dan Bumi serta diantaranya dengan
main-main. Tidaklah Kami
ciptakan semua itu kecuali secara
haq tapi kebanyakan mereka tidak
mengetahui.
*
Surat Jaatsiyah (45) ayat 22
Dan Allah menciptakan Samawat
dan Bumi secara haq agar dibalas
setiap diri menurut usahanya
dan mereka tidak didzalimi.
Kalau diperhatikan dengan cermat
Ayat-ayat tersebut maka dapat
dipahami sebagai berikut:
(lihat Surat Luqman(31) ayat 10).
2. Bahwa di planet-planet itu juga
telah berkembang berbagai
makhluk yang terdiri dari
bermacam-macam makhluk
bernyawa seperti binatang dan
manusia yang diistilahkan
“dabbah”.
3. Diantara manusia itu ada yang
suka menyanggah dan membantah
keterangan Allah, tanpa dasar
ilmudan tanpa petunjuk tetapi
hanya atas dasar katanya si Anu
dan lain-lain (Surat Luqman (31)
ayat 20).
4. Di sana juga diturunkan hujan
sehingga menimbulkan banyak
berbagai tetumbuhan dari berbagai
macam untuk kebutuhan hidup bagi
manusia dan makhluk lainnya di
planet itu.
5. Semua makhluk yang ada di sana
juga diberikan rezki atas ketentuan
Allah. Dan diantara manusiayang
ada disana ada juga yang sadar
akan hukum Allah tapi ada juga
yang sesat seperti halnya yangada
di Bumi (Surat Saba’ (34) ayat 24).
6. Di antara manusia yang ada
disana ada yang Islam secara taat,
ada juga yang Islam terpaksa (tidak
sungguh-sungguh)
(Surat Ali-Imron (3) ayat 83).
7. Banyak disampaikan Ayat-ayat
Allah sebagai peringatan bagi
manusianya, tetapi nyatanya
jugabanyak yang lewat dan
berpaling menolak. (Surat Yusuf
(12) ayat 105).
8. Allah menciptakan itu bukanlah
untuk main-main tetapi sengaja
diciptakan memang untuk
ditempatimanusia dan juga
merupakan ujian tentang baik dan
buruk untuk nanti di balas di
Akhirat (SuratAd-Dukhaan (44) ayat
38 dan Surat Jaatsiyah (45) ayat
22). Maka cukup jelas bahwa
ternyata memang di setiap planet
itu telah berkembang dari
masyarakat manusia seperti yang
ada di Bumi ini dengan naluri yang
sama, sikap dan perilaku yang sama
pulahanya saja berbeda bahasa dan
warna kulit. Kalau sekiranya
manusia itu teliti dan
memperhatikan Ayat-ayat Al Qur’an
dalam penganalisaan, maka akan
diperoleh keterangan dan petunjuk
bahwa nantinya manusia itu akan
mampu menjelajah antaraplanet
asal saja mereka mampu
menciptakan atau mewujudkan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi
ruangangkasa yang dalam Al Qur’an
disebut “SULTHON” atau “DAYA”
yang mestinya berupa pesawat
ruangangkasa berupa “PIRING
TERBANG” yang anti gravitasi,
perhatikan Ayat berikut:
*Surat Ar-Rohmaan (55) ayat 33
Wahai masyarakat jin dan manusia,
jika kamu sanggup melintasi daerah
Samawat dan Bumi (ruang angkasa)
maka lintasilah. Tidaklah kamu bisa
melintasi kecuali dengan sulthon
(daya – IPTEK).
Ayat tersebut memberikan petunjuk
bahwa nantinya jin maupun
manusia akan mampu melintasi
ruangangkasa dalam arti mampu
menjelajah antar planet ketika dia
sudah mampu menciptakan sulthon
yaitudaya atau kekuatan yang
berupa pesawat ruang angkasa
(mestinya sejenis Piring Terbang,
karenadengan bentuk seperti
cakram akan bergerak ke segala
arah dengan cepat. Bentuk itu mirip
denganbentuk galaksi).Dengan
penjelajahan antar planet demikian
akan diketahui bahwa ternyata
disana juga berpendudukmanusia
sebagaimana yang ada di Bumi ini.
Jika hal itu telah dibuktikan berarti
orang mau tidak mauharus
mengakui akan kebenaran Al
Qur’an. Kalau sekarang ini orang
baru mempercayai, tapi
nantinyaakan meyakini. Maka
dengan begitu juga akan muncul
teori-teori baru dan bahkan
mungkin akanmenggagalkan teori
lama yang semula sudah dianggap
benar, karena sudah tidak cocok
lagi dengankenyataan yang
ada.Sekarang ini manusia Bumi baru
bisa mendarat di Bulan dan ada
yang mendarat di Planet Mars
tetapitanpa awak. Tunggulah
perkembangan berikutnya kalau
memang anda tidak percaya dengan
informasidari Ayat Al Qur’an.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar