Produk apa yang anda cari?

Selasa, 16 Agustus 2016

SIFAT PARA RASUL

Sebagaimana para malaikat, yang
selalu patuh kepada perintah
Allah, dan tidak pernah
sekalipun melanggar larangan
Allah, maka para nabi dan rasul
Allah juga demikian. Mereka
adalah orang-orang yang dijaga
Allah dari perbuatan yang dapat
mendatangkan dosa. Para nabi
dan Rasul adalah orang yang
selalu melaksanakan perintah
Allah dan menjauhi larangannya.
Allah telah menjaga para nabi
dan rasul dari terjerumus ke
dalam perbuatan dosa, sejak
mereka baru lahir, begitu pula
setelah diangkat menjadi nabi
dan rasul.
Telah diyakini bahwa para rasul
yang diutus Allah, mereka adalah
laki laki merdeka yang telah
dipilih dengan sempurna dan
dilengkapi dengan keistimewaan
yang tidak dimiliki makhluk
biasa. Begitu pula telah diberikan
kepada mereka sifat-sifat
kesempurnaan dengan tujuan
untuk menguatkan risalah yang
dibawa. Maka Allah telah
menganugerahkan kepada
mereka empat sifat
kesempurnaan, yang wajib
dimiliki oleh seorang rasul, yaitu
Shidiq (Jujur), Amanah
(dipercaya), Tabligh
(menyampaikan) dan Fathanah
(cerdas).
1. SHIDIQ (JUJUR)
Setiap rasul pasti jujur dalam
ucapan dan perbuatannya. Apa
apa yang telah disampaikan
kepada manusia baik berupa
wahyu atau kabar harus sesuai
dengan apa yang telah diterima
dari Allah tidak boleh dilebihkan
atau dikurangkan. Dalam arti
lain apa yang disampaikan
kepada manusia pasti benar
adanya, karena memang
bersumber dari Allah. Makanya
setiap rasul pasti jujur dalam
pengakuan atas kerasulannya.
Dan kita sebagai manusia harus
meyakinkanya dan beri’tikad
bahwa semua yang datang dari
Rasul baik perkataan atau
perbuatan adalah benar dan hak.
Karena apa yang diucapkan atau
diperbuat oleh para rasul bukan
menurut kemauannya sendiri.
Ucapan dan perbuatannya itu
tiada lain hanyalah wahyu yang
diwahyukan atau risalah yang
diterima dari Allah.
Sebagai bukti atas kebenaran
para rasul, mereka telah dibekali
dengan mukjizat mukjizat yang
harus diyakini oleh setiap
muslim kebenaranya. Dan tidak
mungkin harus diyakini dan
diteladani jika mereka (para
rasul) itu tidak jujur. Tentu
setelah itu apa yang telah
diperintahkan Allah melalui
perantaraan para rasul, kita
sebagai muslim harus mengikuti
dengan ta’at dan apa yang
dilarang Allah kita tinggalkan.
ﻭَﻣَﺂ ﺁﺗَﺎﻛُﻢُ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ﻓَﺨُﺬُﻭﻩُ ﻭَﻣَﺎ ﻧَﻬَﺎﻛُﻢْ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﺎﻧﺘَﻬُﻮﺍْ
”Apa yang diberikan Rasul
kepadamu maka terimalah dia.
Dan apa yang dilarangnya
bagimu maka tinggalkanlah,” (al-
Hasyr, 7)
2. AMANAH (DIPERCAYA)
Amanah berarti bisa dipercaya
baik dhahir atau bathin.
Sedangkan yang dimaksud di sini
bahwa setiap rasul adalah dapat
dipercaya dalam setiap ucapan
dan perbuatannya. Para rasul
akan terjaga secara dhahir atau
bathin dari melakukan perbuatan
yang dilarang dalam agama,
begitu pula hal yang melanggar
etika.
ﺇِﻧِّﻲ ﻟَﻜُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﺃَﻣِﻴﻦٌ
“Sesungguhnya aku adalah
seorang rasul kepercayaan (yang
diutus) kepadamu,” (asy-syuara’
143)
Maka hal yang muhal atau
mustahil jika rasul itu
terjerumus ke dalam perzinahan,
pencurian, meminum minutan
keras, berdusta, menipu dan lain
sebagainya. Rasul tidak mungkin
memiliki sifat hasud, riya’,
sombong, dusta dan sebagainya.
Jika para rasul telah melanggar
etika berarti mereka telah
bekhianat dan Allah tidak
menyukai manusia yang
berkhianat.
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻَ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟﺨَﺎﺋِﻨِﻴﻦَ
Allah berfirman,  “Sesungguhnya
Allah tidak menyukai orang-
orang yang berkhianat.”(al-Anfal,
58)
ﺍﻟﺘﺒﻠﻴﻎ : ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺘﺒﻠﻴﻎ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﺮﺳﻞ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻫﻮ ﺍﻳﺼﺎﻝ
ﺍﻷﺣﻜﺎﻡ ﺍﻟﺘﻰ ﺃﻣﺮﻭﺍ ﺑﺘﺒﻠﻴﻐﻬﺎ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻤﺮﺳﻞ ﺍﻟﻴﻬﻢ ، ﻓﻴﺠﺐ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺃﻥ
ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻧﻬﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺑﻠﻐﻮﺍ ﻣﺎ ﺃﻣﺮﻭﺍ ﺑﺘﺒﻠﻴﻐﻪ ﻣﺎ ﺃﺧﻔﻮﺍ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺷﻴﺌﺎ ، ﻻ ﻋﻤﺪﺍ ﻭ ﻻ ﺳﻬﻮﺍ ﻭ ﻻ ﻧﺴﻴﺎﻧﺎ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ
ﺗﻌﺎﻟﻰ } ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺒَﻠِّﻐُﻮﻥَ ﺭِﺳَﺎﻻَﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻳَﺨْﺸَﻮْﻧَﻪُ ﻭَﻻَ ﻳَﺨْﺸَﻮْﻥَ ﺃَﺣَﺪﺍً ﺇِﻻَّ
ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻛَﻔَﻰ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺣَﺴِﻴﺒﺎً { ﻭ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﺍﻟﻌﻘﻠﻲ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺃﻧﻬﻢ ﻟﻮ ﻛﺘﻤﻮﺍ
ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻤﺎ ﺃﻣﺮﻭﺍ ﺑﺘﺒﻠﻴﻐﻪ ، ﻭ ﻟﻜﻨﺎ ﻣﺄﻣﻮﺭﻳﻦ ﺑﻜﺘﻢ ﺍﻟﻌﻠﻢ ، ﻷﻧﻨﺎ ﺃﻣﺮﻧﺎ
ﺑﺎﻻﻗﺘﺪﺍﺀ ﺑﻬﻢ ﻭ ﻫﻮ ﺑﺎﻃﻞ ﻷﻥ ﻛﺎﺗﻢ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻣﻠﻌﻮﻥ .
ﺍﻟﻔﻄﺎﻧﺔ : ﻫﻲ ﺣﺪﺓ ﺍﻟﺬﻛﺎﺀ ﻭ ﺍﻟﺘﻴﻘﻆ ﺍﻟﺘﺎﻡ ﻹﻟﺰﺍﻡ ﺍﻟﺨﺼﻮﻡ ﻭ ﺇﺑﻄﺎﻝ
ﺩﻋﺎﻭﻳﻬﻢ ، ﻓﻴﺠﺐ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺃﻥ ﻧﻌﺘﻘﺪ ﺃﻧﻬﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺃﻛﻤﻞ
ﺃﻫﻞ ﺯﻣﺎﻧﻬﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻭ ﺍﻟﻔﻄﻨﺔ ﻭ ﻗﻮﺓ ﺍﻟﺬﻛﺎﺀ . ﻭ ﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﺍﻟﻌﻘﻠﻲ
ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺃﺭﺳﻠﻬﻢ ﻹﺣﻘﺎﻕ ﺍﻟﺤﻖ ﻭ ﺇﺑﻄﺎﻝ ﺍﻟﺒﺎﻃﻞ ﻭ
ﺇﺑﻄﺎﻝ ﺩﻋﺎﻭﻱ ﺍﻟﺨﺼﻮﻡ ﺑﺈﻗﺎﻣﺔ ﺍﻟﺤﺠﺔ ، ﻓﻠﻮ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻏﻴﺮ ﻓﻄﻨﺎﺀ ﻟﻜﺎﻧﻮﺍ
ﺑﻠﺪﺍﺀ ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﺑﻠﺪﺍﺀ ﻟﻌﺠﺰﻭﺍ ﻋﻦ ﺇﻗﺎﻣﺔ ﺍﻟﺤﺠﺔ ﻭ ﻫﻮ ﺑﺎﻃﻞ ، ﻗﺎﻝ
ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ } ﻭَﺗِﻠْﻚَ ﺣُﺠَّﺘُﻨَﺂ ﺁﺗَﻴْﻨَﺎﻫَﺂ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻣِﻪِ {
3. TABLIGH (MENYAMPAIKAN)
Sudah menjadi kewajiban para
rasul untuk menyampaikan
kepada manusia apa yang
diterima dari Allah berupa
wahyu yang menyangkut
didalamnya hukum hukum
agama. Jika Allah
memerintahkan para rasul untuk
menyampaikan wahyu kepada
manusia, maka wajib bagi
manusia untuk menerima apa
yang telah disampaikan dengan
keyakinan yang kuat sebagai
bukti atau saksi akan kebenaran
wahyu itu.
ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺒَﻠِّﻐُﻮﻥَ ﺭِﺳَﺎﻻَﺕِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻳَﺨْﺸَﻮْﻧَﻪُ ﻭَﻻَ ﻳَﺨْﺸَﻮْﻥَ ﺃَﺣَﺪﺍً
ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻛَﻔَﻰ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﺣَﺴِﻴﺒﺎً
Allah berfirman, “(yaitu) orang-
orang yang menyampaikan
risalah-risalah Allah, mereka
takut kepada-Nya dan mereka
tiada merasa takut kepada
seorang (pun) selain kepada
Allah. Dan cukuplah Allah
sebagai Pembuat
Perhitungan.” (al-Ahzab, 39).
Hal ini bisa dikiyaskan bahwa
jika Allah memberikan wahyu
kepada para rasul untuk tidak
disampaikan atau dirahasiakan
kepada manusia, maka tidak
wajib bagi manusia untuk
mempelajarinya. Sedangkan
menyampaikan adalah hal yang
wajib dan menyembunyikan
adalah hal yang terlaknat dan
tercela.
4. FATHONAH (CERDAS)
Dalam menyampaikan risalah
Allah, tentu dibutuhkan
kemampuan, diplomasi, dan
strategi khusus agar wahyu yang
tersimpan didalamnya hukum
hukum Allah dan risalah yang
disampaikan bisa diterima
dengan baik oleh manusia.
Karena itu, seorang rasul wajib
memiliki sifat cerdas. Kecerdasan
ini sangat berfungsi terutama
dalam menghadapi orang-orang
yang membangkang dan menolak
ajaran Islam.
Maka diharuskan bagi kita untuk
meyakinkan bahwa para rasul
itu adalah manusia yang paling
sempurna dalam penampilan,
akal, kekuatan berfikir,
kecerdasan dan pembawaan
wahyu yang diutus pada
zamannya. Kalau saja para rasul
itu tidak sesuai dengas sifat
sifatnya maka mustahil manusia
akan menerima dan
mengakuinya. Sifat sifat itu
merupakan satu hujjah bagi
mereka agar apa yang
disampaikan bisa diterima
dengan baik.
ﻭَﺗِﻠْﻚَ ﺣُﺠَّﺘُﻨَﺂ ﺁﺗَﻴْﻨَﺎﻫَﺂ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﻮْﻣِﻪِ
Allah berfirman: “Dan itulah
hujah Kami yang Kami berikan
kepada Ibrahim untuk
menghadapi kaumnya.” (al-
An’am, 83)
ﺍﻟﺼﻔﺎﺕ ﺍﻟﻤﺴﺘﺤﻴﻠﺔ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﺮﺳﻞ
ﻳﺴﺘﻴﺤﻞ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﺮﺳﻞ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺃﺿﺪﺍﺩ ﺍﻟﺼﻔﺎﺕ ﺍﻟﻮﺍﺟﺒﺔ ﻭﻫﻲ
ﺃﺭﺑﻊ : ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭ ﺍﻟﺨﻴﺎﻧﺔ ﻭ ﺍﻟﻜﺘﻤﺎﻥ ﻭ ﺍﻟﺒﻼﺩﺓ
ﺍﻟﺼﻔﺎﺕ ﺍﻟﺠﺎﺋﺰﺓ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﺮﺳﻞ : ﻳﺠﻮﺯ ﻓﻲ ﺣﻖ ﺍﻟﺮﺳﻞ ﻋﻠﻴﻬﻢ
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻛﻞ ﻭﺻﻒ ﻣﻦ ﺃﻭﺻﺎﻑ ﺍﻟﺒﺸﺮ ﺍﻟﺘﻰ ﻻ ﺗﺆﺩﻱ ﺍﻟﻰ ﻧﻘﺺ ﻓﻲ
ﻣﺮﺍﺗﺒﻬﻢ ﺍﻟﻌﻠﻴﺔ ، ﻛﺎﻷﻛﻞ ﻭ ﺍﻟﺸﺮﺏ ﻭ ﺍﻟﻨﻜﺎﺡ ﻭ ﺍﻟﻤﺮﺽ ﺍﻟﺨﻔﻴﻒ ﻭ
ﺍﻻﻏﻤﺎﺀ ﻭﺍﻟﺪﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻣﺸﺎﻫﺪﺓ ﺍﺣﻮﺍﻟﻬﻢ ﻷﻥ ﻣﻦ ﺣﻀﺮ ﻣﻌﻬﻢ ﺫﻟﻚ
ﻣﻌﻬﻢ ، ﻭ ﻭﺻﻞ ﺍﻟﻴﻨﺎ ﺑﺎﻟﺘﻮﺍﺗﺮ ، ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ } ﻭَﻣَﺂ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﻗَﺒْﻠَﻚَ
ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠِﻴﻦَ ﺇِﻻَّ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻟَﻴَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﻳَﻤْﺸُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺳْﻮَﺍﻕِ { ﻭ
ﻳﺴﺘﺤﻴﻞ ﻓﻲ ﺣﻘﻬﻢ ﺍﻟﺠﻨﻮﻥ ﻭ ﺍﻟﺒﺮﺹ ﻭﺍﻟﻌﻤﻰ ﻭ ﻛﻞ ﻣﺮﺽ ﻳﻨﻔﺮ ﺍﻟﻨﺎﺱ
ﻋﻨﻬﻢ.
SIFAT MUSTAHIL BAGI RASUL
Telah diterangkan di atas sifat
sifat wajib para rasul yang harus
diimani oleh setiap muslim yaitu:
Shidiq (jujur), Amanah (bisa
dipercaya), Tabligh
(menyampaikan), dan  Fathonah
(cerdas). Adapun kebalikan dari
sifat sifat wajib para rasul adalah
sifat sifat mustahil yaitu Kidhb
(Bohong), Khianah (Berkhianat
atau tidak dipercaya), Kitman
(menyembunyikan) dan Baladah
(Bodoh).
SIFAT JAIZ BAGI RASUL
Allah telah mengutus para rasul
kepada manusia dan telah dihiasi
dengan sifat kesempurnaan
melebihi makhluk Allah yang
lain, namun mereka tidak akan
terlepas dari fitrah kemanusian
yang ada dalam dirinya. Seorang
rasul tetaplah sebagai seorang
manusia biasa yang berprilaku
sebagaimana manusia.
Sifat para rasul Allah ini telah
membuat mereka melakukan
aktifitas sebagaimana manusia
lainnya. Sudah tentu yang
dimaksud di sini adalah prilaku
dan sifat yang tidak mengurangi
derajat kerasulan mereka di mata
manusia. Jadi sifat sifat ini boleh
dikatakan jaiz bagi para rasul,
yaitu sifat sifat yang boleh
dilakukan dan boleh pula
ditinggalkan Seperti makan,
minum, tidur, kawin, istirahan,
sakit yang ringan, pingsan, jalan
ke pasar pasar, berniaga dan
semacamnya.
Sedangkan prilaku dan sifat yang
bisa merendahkan derajat
kerasulan, mereka akan
terpelihara dan dipelihara oleh
Allah dan sudah pasti perilaku
dan sifat itu tidak pernah
dilakukannya. Dan inilah yang
membedakan mereka dengan
manusia yang lain.
ﻭَﻣَﺂ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﻗَﺒْﻠَﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻤُﺮْﺳَﻠِﻴﻦَ ﺇِﻻَّ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻟَﻴَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ
ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﻳَﻤْﺸُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺍﻷَﺳْﻮَﺍﻕِ
Allah berfirman, ”Dan Kami
tidak mengutus rasul-rasul
sebelummu, melainkan mereka
sungguh memakan makanan dan
berjalan di pasar-pasar. (al-
Furqon, 20)
4 Sifat Wajib/
Mustahil Bagi Rasul
ntang iklan-iklan ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar