Produk apa yang anda cari?

Rabu, 14 September 2016

Kisah Nabi Idris AS dengan Malaikat Izroil AS


Firman Allah SWT:
“Dan ceritakanlah (hai Muhammad
kepada mereka) kisah, Idris yang
tersebut di dalam Al-Quran.
Sesungguhnya ia adalah seorang
yang sangat membenarkan dan
seorang Nabi. Dan Kami telah
mengangkatnya ke martabat yang
tinggi.” (Q.S Maryam[19]: 56-57).
Nama Nabi Idris A.S. yang sebenarnya
adalah ‘Akhnukh’. Beliau dinamakan Idris,
karena beliau senang sekali membaca dan
mempelajari (tadarrus) kitab Allah SWT.
Setiap hari Nabi Idris A.S menjahit qamis
(baju kemeja), setiap kali beliau
memasukkan jarum untuk menjahit
pakaiannya, beliau mengucapkan tasbih.
Jika pekerjaannya sudah selesai, kemudian
pakaian itu diserahkannya kepada orang
yang menempahnya dengan tanpa meminta
upah. Walaupun demikian, Nabi Idris A.S
masih mampu beribadah dengan amalan
yang sulit untuk digambarkan. Sehingga
Izroil sang Malaikat Maut sangat rindu
berjumpa dengan beliau. Kemudian Izroil A.S
memohon kepada Allah SWT, agar diizinkan
untuk pergi menemui Nabi Idris A.S.
Lalu dengan menyerupai manusia datanglah
Izroil A.S menemui Nabi Idris A.S . Setelah
mengucapkan salam lalu Izroil A.S
dipersilakan untuk duduk. Nabi Idris A.S
mempunyai kebiasaan berpuasa sepanjang
masa. Apabila waktu berbuka telah tiba,
maka datanglah malaikat dari Syurga
membawa hidangan untuk berbuka dan
NabiIdris A.S menikmati hidangan tersebut.
Nabi Idris A.S juga selalu melaksanakan
ibadah sepanjang malam. Pada suatu malam
Izroil A.S datang menemuinya, sambil
membawa hidangan dari Syurga. Lalu Nabi
Idris A.S menikmati hidangan itu. Kemudian
Nabi Idris A.S berkata kepada Izroil:
“Wahai tuan, marilah kita nikmati
makanan ini bersama-sama.”
Tetapi Izroil A.S menolaknya. Nabi Idris A.S
terus saja melanjutkan ibadahnya,
sedangkan Izroil A.S dengan setia menunggu
sampai terbit matahari. Nabi Idris A.S
merasa heran melihat sikap Izroil A.S.
Nabi Idris A.S berkata:
“Wahai tuan, maukah engkau
berjalan-jalan bersamaku untuk
melihat keindahan alam disekitar?"
Izroil AS menjawab:
“Baiklah Wahai Nabi Allah Idris.”
Maka  mereka berdua berjalan-jalan melihat
alam disekitar dengan berbagai jenis
tumbuh-tumbuhan tumbuh di situ. Akhirnya
merekapun sampai pada suatu kebun, lalu
Izroil  A.S berkata:
“Wahai Nabi Allah, maukah engkau
izinkan aku untuk mengambil ini
untuk saya makan?"
Nabi Idris A.S pun menjawab:
"Subhanallah, mengapa engkau
tidak mau memakan makanan yang
halal semalam, sedangkan sekarang
engkau mau memakan yang haram?”
Lalu keduanya meneruskan perjalanan
hinggai empat hari lamanya dan selama itu
pula Nabi Idris A.S menemukan keanehan
yang ada pada Izroil A.S karena  segala
sikap, perbuatan dan tindak-tanduknya
berbeda dengan sifat-sifat manusia biasa.
Akhirnya Nabi Idris AS  tidak dapat menahan
keingintahuannya  itu, lalu bertanya:
”Duhai tuan, siapakah engkau ini
sebenarnya?”.
Izroil A.S menjawab:
”Aku adalah Izroil sang pencabut
nyawa”.
Nabi Idris A.S bertanya:
”Apakah engkau akan mencabut
nyawa seseorang?”
"Ya”, Jawab Izroil A.S.
Nabi Idris A.S bertanya:
”Apakah engkau juga mencabut
nyawa selama dalam perjalanan
bersamaku?”,.
Izroil A.S menjawab:
”Ya, dan ku telah mencabut
beberapa nyawa manusia dan
sesungguhnya nyawa manusia itu
adalah bagaikan hidangan
makanan, sebagai mana engkau
menghadapi sesuap makanan saja”.
Nabi Idris A.S berkata:
”Dan apakah kedatangan engkau ini
untuk mencabut nyawaku atau
hanya sekedar untuk
bersilaturahim?”.
Izroil A.S menjawab:
”Aku datang hanya untuk
bersilaturahim”.
Nabi Idris AS berkata:
”kalau begitu aku mempunyai hajat
kepadamu”,
Izroil A.S menjawab:
”Hajat apa, ya Nabi Allah?”
Nabi Idris A.S berkata:
”Aku ingin agar engkau mencabut
nyawaku, lalu memohonlah kepada
Allah SWT untuk menghidupkanku
lagi sehingga aku bisa beribadah
kepada Allah SWT sesudah aku
merasakan sakitnya sakaratul
maut ”.
Izroil A.S menjawab:
”Sungguh aku tidak bisa mencabut
nyawa seseorang tanpa seijin
Allah”.
Lalu Allah SWT berfirman :
”Ya Izroil Cabutlah nyawa Idris!”.
Kemudian Izroil A.S mencabut nyawa Nabi
Idris A.S dan wafatlah Nabi Idris A.S,
kemudian Izroil A.S menangis sambil
merendahkan diri untuk memohon kepada
Allah SWT agar menghidupkan dapat Nabi
Idris A.S kembali., kemudian Allah SWT
dengan segala kuasanya menghidupkan
kembali Nabi Idris A.S.
Lalu Izroil A.S bertanya:
”Hai Idris bagaimana
rasanya sakaratul maut  itu?”.
Nabi Idris A.S berkata:
”Sungguh rasanya sakaratul maut itu
bagaikan binatang yang dikuliti
dalam keadaan masih hidup".
Izroil A.S menjawab:
”Hai Idris, padahal aku mencabut
nyawamu itu dengan cara berhati-
hati dan sangat halus dan ini belum
pernah aku lakukan kepada
siapapun”.
Nabi Idris AS berkata:
”Hai Izroil Aku mempunyai hajat
yang lain kepadamu, yaitu ingin
melihat neraka jahannam, agar saat
melihat itu aku lebih banyak
beribadah kepada Allah SWT”.
Izroil A.S menjawab:
”Sungguh aku tidak bisa masuk
neraka jahannam tanpa ada izin dari
Allah SWT”.
Lalu Allah SWT berfirman :
”Pergilah engkau bersama Idris ke
neraka jahannam”.
Kemudian Izroil A.S bersama Nabi Idris A.S
pergi ke neraka jahannam, kemudian Nabi
Idris AS dapat melihat segala yang
dipersiapkan untuk menyiksa di neraka
jahannam, lalu keduanya kembali dari
neraka jahannam.
Nabi Idris A.S berkata:
”aku mempunyai punya hajat lagi
kepadamu, agar engkau mengajakku
pergi ke syurga,dan setelah itu aku
akan menjadi hamba yang lebih taat
dalam beragama”.
Izroil A.S berkata:
”Aku tidak bisa masuk syurga tanpa
ada ijin dari Allah SWT”.
Lalu Allah A.S berfirman:
”Hai Izroil pergilah engkau bersama
Idris ke syurga”.
Dan keduanyapun segera bergegas pergi
menuju syurga dan berhenti di depan pintu
syurga, maka Nabi Idris AS dapat melihat
segala kenikmatan yang ada dalam syurga,
melihat kerajaan yang banyak, melihat
anugerah yang banyak dan melihat
pepohonan dan buah-buahan yang beraneka
macam ragamnya.
Nabi Idris A.S berkata:
”Ya Izroil, aku telah merasakan mati,
telah melihat segala macam siksaan
dalam neraka, lalu mohonlah kepada
Allah SWT, agar ia memberi izin
kepadaku untuk masuk ke syurga,
sehingga aku dapat minum air
syurga dan rasa sakitku menjadi
hilang serta terhindar dari neraka
jahannam”.
Lalu Allah SWT Berfirman:
”Masuklah engkau ke syurga bersama
Idris”.
kemudian keduanya masuk syurga dan Nabi
Idris A.S meletakan sandalnya di bawah
salah satu pohon di syurga, dan setelah
keluar dari syurga.
Nabi Idris A.S berkata kepada Malaikat:
”Sungguh sandalku telah tertinggal
di syurga, maka maukah engkau
untuk mengembalikan aku ke
syurga”.
Izroil A.S memenuhi permintaannya dan
setelah Nabi Idris A.S tiba di syurga, Nabi
Idris A.S tidak mau di ajak keluar, ia ingin
tetap tinggal dalam syurga,
Sehingga Izroil A.S berkata:
”Ya Idris, keluarlah”.
Dan Nabi Idris A.S tetap tidak mau keluar,
Nabi Idris A.S berkata:
” Allah SWT telah berfirman : Tiap-
tiap yang berjiwa akan merasakan
mati…”(QS. Ali-imran [3]:185).
Dan akupun telah merasakan kematian.
Firman Allah SWT:
“Dan tidak seorangpun darimu,
melainkan mendatangi neraka
itu….” (Q.S Maryam[19]: 71).
Dan sungguh aku telah memasuki neraka
jahannam, Allah SWT berfirman:
“…….. dan sekali-kali mereka tidak
akan di keluarkan dari padanya
(syurga)”. (Q.S AL Hijr [15]:48)”.
Izroil A.S berkata:
”Lantas siapa yang akan
mengeluarkanmu?”.
Lalu Allah SWT berfirman:
”Tinggalkanlah Idris di syurga,
sungguh Aku telah menetapkannya,
bahwa ia termasuk ahli syurga”.
kemudian Izroil A.S itu meninggalkan Nabi
Idris A.S di syurga dan tetaplah Nabi Idris
A.S berada dalam syurga untuk selama-
lamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar