Produk apa yang anda cari?

Senin, 15 Agustus 2016

Tahap2 Perjalanan Manusia Setelah Mati

Mati adalah sesuatu yang pasti
bagi tiap-tiap makhluk yang
bernyawa, begitulah janji Allah.
Kehidupan yang kita jalani di
dunia ini hanyalah salah satu
hiburan dan tempat singgah
sementara saja, karena masih ada
rentetan perjalanan panjang yang
harus kita lewati setelah
kehidupan ini.
Dalam Islam, kita percaya akan
kehidupan setelah mati. Yang
dimaksud kehidupan setelah mati
dalam Islam bukanlah seperti yang
kita jalani di dunia ini, bukan juga
sebuah reinkarnasi. Namun yang
dimaksud kehidupan setelah mati
dalam Islam adalah kehidupan
yang akan dijalani dengan kekal
abadi di akhirat.
Namun, sebelum menuju kehidupan
kekal di akhirat sekarang ini kita
hidup di dunia ini. Dan di dunia
ini kita diperintahkan oleh Allah
SWT untuk beribadah dan berbuat
amal baik, karena hal itu akan
bermanfaat di akhirat kelak.
Untuk itu, sebelum kita menuju
akhirat sangat penting bagi kita
untuk berlomba-lomba dalam
kebaikan, baik dalam hal ibadah
maupun yang lainnya. Selain itu,
kita juga harus mentaati apa yang
diperintahkan Allah dan Rasul-Nya
serta menjauhi segala yang
dilarang dan diharamkan-Nya.
Karena hal itu dapat
menyelamatkan kita di hari
pembalasan kelak, karena setelah
mati ada banyak tahapan dan
perjalanan yang akan kita lalui
dan tahap-tahap perjalanan
manusia setelah mati akan dimulai
dari tahap berikut ini.

1. Alam Kubur
Setelah mati, perjalanan yang
akan kita lalui adalah perjalanan
menuju alam kubur. Alam kubur
adalah tempat singgah pertama
yang akan kita singgahi setelah
mati.
Dialam kubur inilah, kita sebagai
manusia sudah bisa tahu dimana
kita akan tinggal kelak di akhirat.
Karena di alam kubur orang-orang
kafir, munafik, dan golongan
mukmin yang berbuat dosa akan
mendapatkan siksa didalamnya,
inilah yang dimana siksa kubur.
Orang mukmin yang disiksa
didalam kubur itu karena
minimnya pengetahuan mereka
tentang Allah SWT. Mereka
percaya bahwa Allah adalah Tuhan
mereka, namun mereka suka
meninggalkan perintah-Nya tapi
malah menjalankan larangan-Nya.
Kita akan berada di alam kubur
hingga kita dibangkitkan kembali
pada hari kebangkitan.

2. Hari Kebangkitan
Hari kebangkitan akan dimulai
ketika malaikat Israfil meniupkan
sangkakala yang menandakan
kebangkita manusia dari
kematiannya atas perintah dan
izin Allah SWT.
Pada saat dibangkitkan dari
kematian, manusia datang dengan
berbondong-bondong dengan rupa
dan keadaan yang berbeda-beda
untuk menunggu keputusan dari
pengadilan Allah.
Pada saat itu, kita akan diadili
dalam pengadilan yang seadil-
adilnya, karena sekecil apapun
kebaikan atau kejahatan akan
mendapatkan balasannya disana.

3. Padang Mahsyar
Padang Mahsyar adalah dataran
yang sangat luas tempat
berkumpul para makhluk pertama,
hingga makhluk yang terakhir
hidup. Dataran Mahsyar berada di
alam akhirat, dan dikatakan
berpasir, tidak terlihat tinggi
maupun rendah.
Di Mahsyar inilah semua makhluk
Allah yang berada di tujuh lapis
langit dan bumi termasuk malaikat,
jin, manusia, binatang berkumpul
dan berdesak-desakan. Setiap
manusia pada hari pengadilan
akan hadir di mahsyar, diiringi
oleh dua malaikat, yang satu
sebagai pengiringnya dan yang
satu lagi sebagai saksi atas segala
perbuatannya di dunia.

4. Hisab
Yaumul hisab atau hari
perhitungan amal adalah hari
dimana Allah memperlihatkan
kepada hamba-hamba-Nya
tentang amal mereka. Allah Ta'ala
berfirman:
"Sesungguhnya kepada Kami-lah
kembali mereka, kemudian
sesungguhnya kewajiban Kami-lah
menghisab mereka." [QS. Al-
Ghashiyah ayat 25-26]
Disinilah tahap yang paling
menentukan nasib kita kelak,
karena apabila hisab kita
menunjukkan amal baik yang lebih
tinggi maka kita akan selamat.
Namun berbeda dengan orang-
orang kafir dan orang yang
banyak dosanya, mereka akan
celaka.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam sering berdoa di dalam
sholat dengan mengucapkan:
Allohumma haasibni hisaaban
yasiiro (Ya Allah, hisablah diriku
dengan hisab yang mudah.)
Kemudian 'Aisyah radhiyallahu
'anha bertanya tentang apa itu
hisab yang mudah? Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam
menjawab: "Allah memperlihatkan
kitab (hamba)-Nya kemudian Allah
memaafkannya begitu saja.
Barangsiapa yang dipersulit
hisabnya, niscaya ia akan
binasa." [Diriwayatkan oleh Ahmad,
VI/48, 185, al-Hakim, I/255, dan
Ibnu Abi ‘Ashim dalam Kitaabus
Sunnah, no. 885. Hadits ini dinilai
shohih oleh al-Hakim dan adz-
Dzahabi]

5. Melintasi Jembatan Sirath
Semua manusia akan akan
melintasi jembatan ini. Jembatan
Sirath adalah jembatan yang
membentang di atas neraka, dan
jembatan inilah jalan satu-
satunya menuju surga.
Orang-orang yang memiliki amal
shaleh akan dengan mudah
melewati jembatan sirath ini,
namun bagi mereka orang-orang
kafir, mereka tidak akan bisa
melewatinya dan mereka akan
jatuh kedalam neraka dan mereka
kekal didalamnya.
Disinilah penentuan akhirnya,
yaitu surga atau neraka. Karena
jika kita dapat melewatinya maka
kita akan hidup di surga yang
penuh dengan kenikmatan dan
kekal didalamnya. Dan sebaliknya,
apabila kita tidak dapat
melewatinya maka kita akan
menjadi penghuni neraka,
Na'udzubillah.
Namun ada pendapat yang
mengatakan bahwa seluruh umat
mukmin akan masuk kedalam surga,
namun jika mereka ada yang
memiliki dosa maka dosa-dosanya
akan dilebur terlebih dahulu
dineraka sebelum Allah
memasukkannya kedalam surga.
Semoga ini bisa menjadi bahan
renungan untuk kita semua.
Aamiin.
Diundang Lagi? Terus Kapan
Ngundangnya?
Pentingnya Belajar dari
Pengalaman
Kisah Wanita yang Menginspirasi
2 Taubat yang Terlambat
Turki, Erdogan dan Pertolongan
Allah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar