Produk apa yang anda cari?

Minggu, 21 Agustus 2016

Pengertian Akhlak dan Macamnya

Definisi akhlak secara
bahasa berarti perangai, watak
dasar, kebisaan, kelaziman dan
peradaban yang baik. Sedangkan
akhlak menurut istilah adalah
sebagaimana menurut Ibnu
Miskawaih (w.421 H/1030 M)
yaitu :
ﺣَﺎﻟــــٌ ﻟِﻠﻨَّﻔْﺲِ ﺩَﺍﻋِﻴَﺔٌ ﺍﻟَﻬَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻓْﻌَﺎ ﻟِﻬَﺎ
ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﻓِﻜْﺮٍ ﻭَﻻَ ﺭُﻭِﻳَﺔٍ
Artinya : “Sifat yang
tertanam dalam jiwa yang
mendorong untuk melakukan
perbuatan tanpa memerlukan
pemikiran dan pertimbangan”.
(Drs. H. Abudin Nata, 2010)
Pengertian Akhlak Secara
Etimologi, Menurut pendekatan
etimologi, perkataan “akhlak”
berasal dari bahasa Arab jama’
dari bentuk mufradnya
“Khuluqun” yang menurut logat
diartikan: budi pekerti, perangai,
tingkah laku atau tabiat. Kalimat
tersebut mengandung segi-segi
persesuain dengan perkataan
“khalkun” yang berarti kejadian,
serta erat hubungan ” Khaliq”
yang berarti Pencipta dan
“Makhluk” yang berarti yang
diciptakan.
Sedangkan menurut pendekatan
secara terminologi, berikut ini
beberapa pakar
mengemukakan pengertian akhlak
sebagai berikut:
Ibnu Miskawaih
Bahwa akhlak adalah
keadaan jiwa seseorang yang
mendorongnya untuk
melakukan perbuatan-
perbuatan tanpa melalui
pertimbangan pikiran
lebih dahulu.6
Imam Al-Ghazali
Akhlak adalah suatu sikap
yang mengakar dalam jiwa yang
darinya lahir berbagai perbuatan
dengan mudah dan gampang,
tanpa perlu kepada pikiran dan
pertimbanagan. Jika sikap itu
yang darinya lahir perbuatan yang
baik dan terpuji, baik dari segi
akal dan syara’, maka ia disebut
akhlak yang baik. Dan jika lahir
darinya perbuatan tercela, maka
sikap tersebut disebut akhlak
yang buruk.7
Prof. Dr. Ahmad Amin
Sementara orang
mengetahui bahwa yang disebut
akhlak ialah kehendak yang
dibiasakan. Artinya, kehendak itu
bila membiasakan sesuatu,
kebiasaan itu dinamakan akhlak.
Menurutnya kehendak ialah
ketentuan dari beberapa
keinginan manusia setelah
imbang, sedang kebiasaan
merupakan perbuatan yang
diulang-ulang sehingga mudah
melakukannya, Masing-masing
dari kehendak dan kebiasaan ini
mempunyai kekuatan, dan
gabungan dari kekuatan itu
menimbulkan kekuatan yang
lebih besar. Kekuatan besar inilah
yang bernama akhlak.
Jika diperhatikan dengan
seksama, tampak bahwa seluruh
definisi akhlak sebagaimana
tersebut diatas tidak ada yang
saling bertentangan, melainkan
saling melengkapi, yaitu sifat
yang tertanam kuat dalam jiwa
yang nampak dalam perbuatan
lahiriah yang dilakukan dengan
mudah, tanpa memerlukan
pemikiran lagi dan sudah menjadi
kebiasaan.
Jadi, akhlak islam bersifat
mengarahkan, membimbing,
mendorong, membangun
peradaban manusia dan
mengobati bagi penyakit sosial
dari jiwa dan mental, serta tujuan
berakhlak yang baik untuk
mendapatkan kebahagiaan di
dunia dan akhirat.
MACAM-MACAM AKHLAK
Secara garis besar akhlak
dibagi dalam dua bagian, yaitu
akhlak baik (al-akhlak al-karimah)
dan akhlak buruk (al-akhlak al-
mazmumah).
Secara teoritas macam-
macam akhlak berinduk kepada
tiga bagian yaitu hikmah
(bijaksana), syaja’ah (perwira atau
kesatria) dan iffah (menjaga diri
dari perbuatan dosa dan maksiat.
Ketiga macam induk akhlak ini
muncul dari sikap adil, yaitu sikap
pertengahan atau seimbang
dalam mempergunakan tiga
potensi rohani yang terdapat
dalam diri manusia, yaitu ‘aql
(pemikiran) yang berpusat di
kepala, ghodob (amarah) yang
berpusat di dada, dan nafsu
syahwat (dorongan seksual) yang
berpusat di perut. Akal yang
digunakan secara adil akan
menimbulkan hikmah, sedangkan
amarah yang digunakan secara
adil akan menimbulkan sikap
perwira, dan nafsu syahwat yang
digunakan secara adil akan
menimbulkan sikap iffah yaitu
dapat memelihara diri dari
perbutan dosa dan maksiat.
Dengan demikian inti akhlak pada
akhirnya bermuara pada sikap adil
dalam mempergunakan potensi
rohaniah yang dimiliki manusia.
AKHLAK TERPUJI (AL-
AKHLAK AL-KARIMAH)
Akhlak Al-karimah atau
akhlak yang mulia sangat amat
jumlahnya, namun dilihat dari
segi hubungan manusia dengan
Tuhan dan manusia dengan
manusia, akhlak yang mulia itu
dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
A. Akhlak
Terhadap Allah
Akhlak
terhadap Allah
adalah
pengakuan dan
kesadaran bahwa
tiada Tuhan
selain Allah. Dia
memiliki sifat-
sifat terpuji
demikian Agung
sifat itu, yang
jangankan
manusia,
malaikatpun tidak
akan menjangkau
hakekatnya.
B. Akhlak terhadap
Diri Sendiri
Akhlak
yang baik
terhadap diri
sendiri dapat
diartikan
menghargai,
menghormati,
menyayangi dan
menjaga diri
sendiri dengan
sebaik-baiknya,
karena sadar
bahwa dirinya itu
sebgai ciptaan
dan amanah
Allah yang harus
dipertanggungja
wabkan dengan
sebaik-baiknya.
Contohnya:
Menghindari
minuman yang
beralkohol,
menjaga
kesucian jiwa,
hidup sederhana
serta jujur dan
hindarkan
perbuatan yang
tercela.
C. Akhlak terhadap
sesama manusia
Manusia
adalah makhluk
social yang
kelanjutan
eksistensinya
secara fungsional
dan optimal
banyak
bergantung pada
orang lain, untuk
itu, ia perlu
bekerjasama dan
saling tolong-
menolong
dengan orang
lain. Islam
menganjurkan
berakhlak yang
baik kepada
saudara, Karena
ia berjasa dalam
ikut serta
mendewasaan
kita, dan
merupakan orang
yang paling
dekat dengan
kita. Caranya
dapat dilakukan
dengan
memuliakannya,
memberikan
bantuan,
pertolongan dan
menghargainya.
Berdasarkan
petunjuk ajaran Islam
dijumpai berbagai macam
akhlak yang terpuji, di
antaranya:
a) Ikhlas
Prof. Dr. Hamka
mendefinisikan
ikhlas ialah
bersih, tidak ada
campuran, ibarat
emas adalah
emas tulen (asli)
tidak bercampur
perak sedikitpun,
maksudnya ikhlas
berarti murni dan
bersih dari sifat
tamak, riya, dan
sombong kepada
siapapun juga.
b)      Taat
Taat artinya telah
memenuhi dan
melaksanakan
perintah Allah
dan menjauhi
larangan-
larangan Allah,
dengan ikhlas
semata-mata
mengharap ridho
Allah. Taat dalam
hal ini juga dapat
disebut dengan
taqwa kepada
Allah. Cara
menaati Allah
dapat dilakukan
dengan
mengikuti
ketentuan-
ketentuan
didalam Al-
Qur’an dan
mencontoh
prilaku Rasulullah
SAW.
c) Khauf
Khauf artinya
bersikap takut
dan khawatir.
Akhlak khauf
terhadap Allah
artinya
senantiasa  takut
dan khawatir
terhadap Allah
SWT akan azab-
Nya apabila
melanggar
larangan-Nya
karena Allah
selalu mengawasi
segala perbuatan
hamba-hamba-
Nya.
d) Tobat
Tobat artinya
meninggalkan
perbuatan salahj
atau dosa dengan
penyesalan.
Akhlak tobat
kepada Allah
artinya sikap
untuk
meninggalkan
sifat dan
perbuatan dosa
dengan
penyesalan
diiringi niat untuk
tidak melakukan
perbuatan dosa
itu lagi.
Jadi, manusia
menyaksikan dan menyadari
bahwa Allah telah mengaruniakan
kepadanya keutamaan yang tidak
dapat terbilang dan karunia
kenikmatan yang tidak bisa
dihitung banyaknya, semua itu
perlu disyukurinya dengan berupa
berzikir dengan hatinya.
Sebaiknya dalm kehidupannya
senantiasa berlaku hidup sopan
dan santun menjaga jiwanya agar
selalu bersih, dapat terhindar dari
perbuatan dosa, maksiat, sebab
jiwa adalah yang terpenting dan
pertama yang harus dijaga dan
dipelihara dari hal-hal yang dapat
mengotori dan merusaknya.
Karena manusia adalah makhluk
sosial maka ia perlu menciptakan
suasana yang baik, satu dengan
yang lainnya saling berakhlak
yang baik.
AKHLAK TERCELA (AL-
AKHLAK AL-MAZMUMAH)
Akhlak Al-mazmumah
(akhlak yang tercela) adalah
sebagai lawan atau kebalikan dari
akhlak yang baik seagaimana
tersebut di atas. Dalam ajaran
Islam tetap membicarakan secara
terperinci dengan tujuan agar
dapat dipahami dengan benar,
dan dapat diketahui cara-cara
menjauhinya. Berdasarkan
petunjuk ajaran Islam dijumpai
berbagai macam akhlak yang
tercela, di antaranya:
A. Berbohong
Ialah
memberikan atau
menyampaikan
informasi yang
tidak sesuai
dengan yang
sebenarnya.
B. Takabur
(sombong)
Ialah merasa atau
mengaku dirinya
besar, tinggi,
mulia, melebihi
orang lain.
Pendek kata
merasa dirinya
lebih hebat.
C. Dengki
Ialah rasa atau
sikap tidak
senang atas
kenikmatan yang
diperoleh orang
lain.
D. Bakhil atau kikir
Ialah sukar
baginya
mengurangi
sebagian dari apa
yang dimilikinya
itu untuk orang
lain.
Sebagaimana diuraikan di
atas maka akhlak dalam wujud
pengamalannya di bedakan
menjadi dua: akhlak terpuji dan
akhlak yang tercela. Jika sesuai
dengan perintah Allah dan
rasulnya yang kemudian
melahirkan perbuatan yang baik,
maka itulah yang dinamakan
akhlak yang terpuji, sedangkan
jika ia sesuai dengan apa yang
dilarang oleh Allah dan rasulnya
dan melahirkan perbuatan-
perbuatan yang buruk, maka
itulah yang dinamakan akhlak
yang tercela.
KESIMPULAN
Akhlak  adalah suatu
kebiasaan sikap dan perbuatan
spontan dalam kehidupan sehari-
hari yang telah tertanam dalam
jiwa seseorang. Akhlak yang yang
terpuji adalah segala kebiasaan
perilaku yang baik, sedangkan
akhlak yang tercela
sebaliknya. Manusia merupakan
khalifah dimuka bumi ini, Allah
SWT pun mengkaruniakan kepada
manusia kesempurnaan melebihi
ciptaan Allah yang lain, meskipun
dalam kesempurnaan tersebut
juga terkandung keterbatasan.
DAFTAR PUSTAKA
Drs. H. A. Mustofa, Akhlak
Tasawuf, (Bandung: CV Pustaka
Setia, 1997)
Prof. Dr. H. Abuddin Nata, Akhlak
Tasawuf, (Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 2010), Cet ke-9
http://al-
poenya.blogspot.co.id/2011/11/
resume-buku-akhlak-
tasawuf_12.html
https://copypst.wordpress.com/
makalah-akhlaq-buat-you/
http://
maryamkim177.blogspot.co.id/
2014/04/akhlak-terpuji-dan-
tercela-kepada-allah.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar