Produk apa yang anda cari?

Sabtu, 13 Agustus 2016

nasihat imam al ghazali

Kumpulan Nasihat Imam
Al-Ghazali
LQ - Suatu
hari, Imam Al Ghozali berkumpul
dengan murid-muridnya. Lalu Imam
Al Ghozali mengajukan 6
pertanyaan.
Pertama,"Apa yang paling dekat
dengan diri kita di dunia ini?".
Murid-muridnya ada yang menjawab
orang tua, guru, teman,dan
kerabatnya. Imam Ghozali
menjelaskan semua jawaban itu
benar. tetapi yang paling dekat
dengan kita adalah "MATI". Sebab itu
sudah janji Allah SWT bahwa setiap
yang bernyawa pasti akan mati. (Ali
Imran 185)
Pertanyaan kedua "Apa yang paling
jauh dari diri kita di dunia ini?"..
Murid-muridnya ada yang menjawab
bulan, matahari, dan bintang-
bintang. Lalu Imam Ghozali
menjelaskan bahwa semua jawaban
yang mereka berikan adalah benar.
Tapi yang paling benar adalah MASA
LALU. Bagaimanapun kita, apapun
kendaraan kita, tetap kita tidak bisa
kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu
kita harus menjaga hari ini dan
hari-hari yang akan datang dengan
perbuatan yang sesuai dengan
ajaran Agama.
Pertanyaan yang ke tiga. "Apa yang
paling besar di dunia ini?". Murid-
muridnya ada yang menjawab
gunung, bumi, lautan dan matahari.
Semua jawaban itu benar kata Imam
Ghozali. Tapi yang paling besar dari
yang ada di dunia ini adalah
"NAFSU" (Al A'Raf 179). Maka kita
harus hati-hati dengan nafsu kita,
jangan sampai nafsu membawa kita
ke neraka.
Pertanyaan ke empat adalah, "Apa
yang paling berat di dunia ini?". Ada
yang menjawab baja, besi, dan
gajah. Semua jawaban itu benar,
kata Imam Ghozali. Tapi yang paling
berat adalah "memegang AMANAH" (Al
Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan,
binatang, gunung, dan malaikat
semua tidak mampu ketika Allah SWT
meminta mereka untuk menjadi
kalifah (pemimpin) di dunia
ini.Tetapi manusia dengan
sombongnya menyanggupi
permintaan Allah SWT,sehingga
banyak dari manusia masuk ke
neraka karena ia tidak bisa
memegang amanahnya.
Pertanyaan yang ke lima adalah,
"Apa yang paling ringan di dunia
ini?".
Ada yang menjawab kapas, angin,
debu, dan daun-daunan. Semua itu
benar kata Imam Ghozali. Tapi yang
paling ringan di dunia ini adalah
MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara
pekerjaan kita tinggalkan sholat,
gara-gara meeting kita tinggalkan
sholat.
Lantas pertanyaan ke enam adalah,
"Apakah yang paling tajam di dunia
ini?"
Murid-muridnya menjawab dengan
serentak, pedang... Benar kata Imam
Ghozali. Tapi yang paling tajam
adalah "LIDAH MANUSIA". Karena
melalui lidah, Manusia dengan
gampangnya menyakiti hati dan
melukai perasaan saudaranya
sendiri.
Terimalah alasan yang
benar, sekalipun dari
pihak lawan
Jangan segan segan
kembali kepada yang
benar, manakala
terlanjur salah
dalammemberikan
keterangan
Berikan contoh dan
teladan yang baik
kepada murid dengan
melaksanakan perintah
agama dan
meninggalkan larangan
agama, agar demikian
apa yang engkau
katakana mudah
diterima dan
diamalkan oleh murid.
Dengarkan dan
perhatikan segala
yang dikatakan oleh
ibu bapakmu, selama
masih dalam batas
batas agama.
Selalulah berusaha
mencari keredhaan
orang tuamu.
Bersikaplah sopan
santun, ramah tamah
dan merendah diri
terhadap orang
tuamu.
Bila mencari teman
untuk mencapai
kebahagian akhirat,
perhatikanlah benar
benar urusan
agamanya. Dan bila
mencari teman untuk
keperluan duniawi,
maka perhatikanlah ia
tentang kebaikan budi
pekertinya.
Sabar dan tabahlah
dalaml menghadpi
segala persoalan.
Besikaplah lemah
lembut dan sopan
santun dengan
menundukan kepala.
Janganlah sombong
terhadap sesama
mahluk, kecuali
terhadap mereka yang
zalim.
Bersikap tawadduklah
dalam segala bidang
pergaulan.
Janganlah suka
bergurau dan
bercanda
Bersikap lemah lembut
terhadap murid dan
hendaklah dapat
menyesuaikan diri
atau mengukur
kemampuan murid.
Hendaklah sabar dan
teliti dalam mendidik
muridnya yang kurang
cerdas.
Jangan berkeberatan
menjawab, “aku
kurang mengerti,” jika
memeang belum
mampu menjawab
sesuatu masalah.
Pusatkanlah perhatian
kepada murid yang
sedang bertanya, dan
memahami benar isi
pertanyaanya.
Cepat cepatlah
memenuhi panggilan
agama.
Jauhilah larangan
larangan agama.
Janganlah menentang
terhadap takdir Allah
SWT.
Berpikirlah selalu
tentang nikmat nikmat
dan keagunga-Nya.
Menangkanlah yang
hak dan gugurkanlah
yang batil.
Rendahkanlah hatimu
kepada Allah SWT.
Sesalilah segala
perbuatan yang
tercela dan merasa
malulah dihadapan
Allah SWT.
Hindarilah segala tipu
daya yang tidak
terpuji dalam mencari
nafkah, dengan penuh
keyakinan bahwa Allah
SWT selalu
melimpahkan segala
usaha kebaikan
apapun sertailah
dengan tawakkal
kepadanya.
Hendaklah seseorang
menerima masalah
masalah yang
dikemukakan oleh
muridnya.
Belum pernah saya berurusan dengan
sesuatu yang lebih sulit daripada
jiwa saya sendiri, yang kadang-
kadang membantu saya dan kadang-
kadang menentang
saya. (Imam Al Ghazali)
Barangsiapa yang memilih harta dan
anak – anaknya daripada apa yang
ada di sisi Allah, niscaya ia rugi dan
tertipu dengan kerugian yang amat
besar. (Imam Al Ghazali)
Barangsiapa yang menghabiskan
waktu berjam – jam lamanya untuk
mengumpulkan harta kerana
ditakutkan miskin, maka dialah
sebenarnya orang yang miskin.
(Imam Al Ghazali)
Barangsiapa yang meyombongkan diri
kepada salah seorang daripada
hamba – hamba Allah, sesungguhnya
ia telah bertengkar dengan Allah
pada haknya.
(Imam Al Ghazali)
Berani adalah sifat mulia kerana
berada di antara pengecut dan
membuta tuli. (Imam Al Ghazali)
Pemurah itu juga suatu kemuliaan
kerana berada di antara bakhil dan
boros. (Imam Al Ghazali)
Bersungguh – sungguhlah engkau
dalam menuntut ilmu, jauhilah
kemalasan dan kebosanan kerana jika
tidak demikian engkau akan berada
dalam bahaya kesesatan. (Imam Al
Ghazali)
Cinta merupakan sumber
kebahagiaan dan cinta terhadap
Allah harus dipelihara dan dipupuk,
suburkan dengan shalat serta ibadah
yang lainnya.(Imam Al Ghazali)
Ciri yang membedakan manusia dan
hewan adalah ilmu. Manusia adalah
manusia mulia yang mana ia menjadi
mulia kerana ilmu, tanpa ilmu
mustahil ada kekuatan. (Imam Al
Ghazali)
Hadapi kawan atau musuhmu itu
dengan wajah yang menunjukkan
kegembiraan, kerelaan penuh
kesopanan dan ketenangan. Jangan
menampakkan sikap angkuh dan
sombong. (Imam Al Ghazali)
Ilmu itu kehidupan hati daripada
kebutaan, sinar penglihatan daripada
kezaliman dan tenaga badan
daripada kelemahan. (Imam Al
Ghazali)
Yang paling besar di bumi ini bukan
gunung dan lautan, melainkan hawa
nafsu yang jika gagal dikendalikan
maka kita akan menjadi penghuni
neraka. (Imam Al Ghazali)
Kita tidak akan sanggup mengekang
amarah dan hawa nafsu secara
keseluruhan hingga tidak
meninggalkan bekas apapun dalam
diri kita. Namun jika mencoba untuk
mengendalikan keduanya dengan
cara latihan dan kesungguhan yang
kuat, tentu kita akan bisa. (Imam Al
Ghazali)
Sifat utama pemimpin ialah beradab
dan mulia hati.
(Imam Al Ghazali)
Kebahagiaan terletak pada
kemenangan memerangi hawa nafsu
dan menahan kehendak yang
berlebih-lebihan. (Imam Al Ghazali)
Kalau besar yang dituntut dan mulia
yang dicari,maka payah melaluinya,
panjang jalannya dan banyak
rintangannya. (Imam Al Ghazali)
Jadikan kematian itu hanya pada
badan kerana tempat tinggalmu ialah
liang kubur dan penghuni kubur
sentiasa menanti kedatanganmu
setiap masa. (Imam Al Ghazali)
Pelajari ilmu syariat untuk
menunaikan segala perintah Allah
SWT dan juga ilmu akhirat yang
dapat menjamin keselamatanmu di
akhirat nanti.(Imam Al Ghazali)
Menuntut ilmu adalah taqwa.
Menyampaikan ilmu adalah ibadah.
Mengulang-ulang ilmu adalah zikir.
Mencari ilmu adalah jihad. (Imam Al
Ghazali)
Kecintaan kepada Allah melingkupi
hati, kecintaan ini membimbing hati
dan bahkan merambah ke segala hal.
(Imam Al Ghazali)
Ilmu adalah cahaya. Demikian kata
imam syafi’I dalam syairnya. Karena
ilmu begitu penting, Rasulullah saw
memerintahkan, “Tuntutlah ilmu
sejak dari buaian sampai liang
lahad.” Namun, ilmu saja tidak
cukup. Ilmu harus dimanfaatkan,
dengan mengajarkan dan –yang
terpenting- mengamalkannya. Imam
Al-Ghazali, penulis kitab Ihya
Ulumuddin, pernah mengirim surat
kepada salah seorang muridnya.
Melalui surat itu, Al-Ghazali ingin
menyampaikan tentang pentingnya
memadukan antara ilmu dan amal.
Berikut petikannya.
Nasihat itu mudah. Yang sulit adalah
menerimanya. Karena, ia keluar dari
mulut yang tidak biasa merasakan
pahitnya nasihat. Sesunggunya siapa
yang menerima ilmu tetapi tidak
mengamalkannya, maka
pertanggungjawabann ya akan lebih
besar. Sebagaimana sabda Rasulullah
saw, “Orang yang paling berat
azabnya pada hari kiamat kelak
adalah orang berilmu (‘alim; ulama)
yang tidak memanfaatkan ilmunya.”
Anakku…
Janganlah engkau termasuk orang
yang bangkrut dalam beramal, dan
kosong dari ketaatan yang sungguh-
sungguh. Yakinlah, ilmu semata tak
akan bermanfaat-tanpa
mengamalkannya. Sebagaimana
halnya orang yang memiliki sepuluh
pedang Hindi; saat ia berada di
padang pasir tiba-tiba seekor macan
besar nan menakutkan
menyerangnya, apakah pedang-
pedang tersebut dapat membelanya
dari serangan macan jika ia tidak
menggunakannya? ! Begitulah
perumpamaan ilmu dan amal. Ilmu
tak ada guna tanpa amal.
Sekalipun engkau belajar selama 100
tahun dan mengumpulkan 1000 kitab,
kamu tidak akan mendapatkan
rahmat Allah tanpa beramal.
“Dan bahwasanya seorang manusia
tiada memperoleh selain apa yang
telah diusahakannya.” (QS. An-Najm
[53]: 39)
“Barang siapa mengharap
perjumpaan dengan Tuhannya maka
hendaklah ia mengerjakan amal yang
saleh dan janganlah ia
mempersekutukan seorang pun dalam
beribadah kepada Tuhannya.” (QS.
Al-Kahfi [18]: 110)
Anakku…
Selama tidak beramal, engkau pun
tidak akan mendapatkan pahala. Ali
Karramallahu wajhahu berkata,
“Siapa yang mengira dirinya akan
sampai pada tujuan tanpa sungguh-
sungguh, ia hanyalah berangan-
angan. Angan-angan adalah barang
dagangan milik orang-orang bodoh.
Al-Hasan Al-Basri rahimahullah
berkata, “Meminta surga tanpa
berbuat amal termasuk perbuatan
dosa.”
Dalam sebuah khabar, Allah SWT
berfirman, “Sungguh tak punya malu
orang yang meminta surga tanpa
berbuat amal.”
Rasulullah saw bersabda, “Orang
cerdas ialah orang yang dapat
mengendalikan dirinya dan berbuat
untuk setelah kematian. Dan orang
bodoh ialah siapa yang memperturut
hawa nafsunya dan selalu berangan-
angan akan mendapatkan ampunan
Allah.”
Begadang mata utk kepentingan
selain Wajah-Mu adalah sia-sia Dan
tangis mereka utk sesuatu yg hilang
selain-Mu adalah kebatilan, dan
hiduplah sesukamu karna toh kamu
akan mati juga.
Cintailah orang sesukamu sebab kamu
toh akan berpisah dgnnya, dan
berbuatlah sesukamu karna
sesungguhnya kamu akan menuai
ganjarannya.
Anakku, apa pun yang kamu peroleh
dari mengkaji ilmu kalam, debat,
kedokteran, administrasi, syair,
astrologi, arud, nahwu & sharf, jgn
sampai kau sia-siakan umur utk
selain Sang Pemilik Keagungan.
Aku pernah menilik dlm kitab Injil
sebuah ungkapan Isa a.s: Sejak
mayat diletakkan di atas peti
jenazah hingga diletakkan di bibir
kubur, Allah melontarkan
40pertanyaan dgn segala
Keagungan-Nya. Demi Allah,
pertanyaan pertama yg dia ajukan
adalah: Hamba-Ku, telah Kusucikan
pandangan makhluk bertahun-tahun,
tetapi mengapa tak kau sucikan
pandangan-Ku sesaat pun, padahal
setiap hari Aku melihat ke kedalaman
hatimu.
Mengapa kau berbuat demi selain-
Ku, padahal engkau bergelimang dgn
kebaikan-Ku, ataukah engkau telah
tuli & tak mendengar!
Nak, ilmu tanpa amal adalah
kegilaan, & amal tanpa ilmu adalah
kesia2an. __Imam Al-Ghazali dlm
Ayyuhal-Walad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar