Produk apa yang anda cari?

Sabtu, 13 Agustus 2016

ade bayor 13 alasan memilih islam

Beberapa bulan terakhir, berita
tentang masuk Islamnya seorang
atlet sepak bola internasional
terdengar cukup ramai
berseliweran di dunia maya. Ya,
seorang pemain internasional asal
Togo, Sheyi Emmanuel Adebayor,
mengumumkan bahwa ia telah
memeluk Islam. Ia telah
meninggalkan keyakinan Kristennya
dan memilih Islam sebagai jalan
hidup. Jalan kebenaran yang ia
yakini.
Menariknya, ia juga menyebutkan
beberapa alasan mengapa ia
memilih Islam dan meninggalkan
Kristen. Tentu ini menunjukkan,
Adebayor melakukan pengkajian,
membandingkan, dan merenungkan
sehingga sampai pada kesimpulan
bahwa Islam adalah satu-satunya
agama yang benar. Bukan sekedar
ikut-ikutan dan emosional saja.
Berikut ini alasan Adebayor
memeluk Islam sebagaimana dirilis
oleh theheraldng.com. Pesepakbola
yang pernah bermain untuk klub-
klub sepak bola top Eropa: Arsenal,
Manchester City, Real Madrid, dan
kini Tottenham Hotspurs ini
mengatakan,
“Aku punya 13 alasan yang kuat
mengapa seorang muslim itu sama
seperti Yesus dan mereka lebih
mengikuti Yesus daripada orang-
orang Kristen:
Pertama, Yesus mengajarkan bahwa
hanya ada satu Tuhan. Hanya satu
Tuhan saja yang berhak untuk
disembah. Hal itu termaktub dalam
Deut 6:4, Mark 12:29. Umat Islam
juga meyakini demikian.
Sebagaimana diajarkan Alquran
dalam surat 4 (An-Nisa) ayat 171.
Kedua, Yesus tidak makan daging
babi. Dijelaskan dalam Leviticus
11:7. Sama dengan yang dilakukan
umat Islam. Dan hal itu dijelaskan
Alquran dalam surat 6 (Al-An’am)
ayat 145.
Ketiga, Yesus mengucapkan salam
dengan kalimat
“assalamu’alaikum” (kedamaian
selalu bersamamu). Terdapat dalam
John 20:21. Muslim juga
mengucapkan salam dengan cara
demikian.
Keempat, Yesus selalu mengucapkan
“God Willing” (insya Allah). Umat
Islam mengucapkan kalimat ini juga
sebelum mereka melakukan apapun.
Sebagaimana dituntunkan dalam
Alquran surat 18 (Al-Kahfi) ayat
23-24.
Kelima, Yesus mencuci wajah, kedua
tangan, dan kedua kakinya sebelum
shalat. Hal yang sama juga
dilakukan oleh seorang muslim.
Keenam, Yesus dan nabi-nabi
lainnya yang terdapat di dalam
Injil shalat dengan meletakkan
kepala mereka di tanah. Dijelaskan
dalam Matthew 26:39. Muslim juga
melakukan demikian. Sebagaimana
diajarkan Alquran dalam surta 3
(Ali Imran) ayat 43.
Ketujuh, Yesus memiliki janggut
dan memakai throbe (gamis). Hal
ini disunnahkan bagi seorang
muslim.
Kedelapan, Yesus mengikuti syariat
(syariatnya tauhid sama seperti
nabi-nabi sebelumnya pen.) dan
mengimani semua nabi. Lihat
Matther 5:17. Muslim juga
diajarkan demikian oleh Alquran.
Lihatlah surat 3 (Ali Imran) ayat 84
dan 2 (Al-Baqarah) 285.
Kesembilan, Ibu Yesus, Maryam,
mengenakan pakaian yang
menutupi seluruh tubuhnya dan
mengenakan hijab. Sebagaimana
terdapat dalam 1 Timothy 2:9,
Genesis 24: 64-65, dan Corinthians
11:6. Wanita muslimah juga
mengenakan pakaian yang sama.
Alquran mengajarkan mereka dalam
surat 33 (Al-Ahzab) ayat 59.
Kesepuluh, Yesus dan nabi-nabi
lainnya yang disebutkan di dalam
Injil berpuasa hingga lebih dari 40
hari. Lihat Exodus 34:28, Daniel
10:2-6. 1Kings 19:8 dan Matthew
4:1. Muslim pun berpuasa selama
bulan Ramadhan. Seorang muslim
diwajibkan berpuasa sebulan
penuh, 30 hari. Lihat Alquran surat
2 (Al-Baqarah) ayat 183. Kemudian
dianjurkan untuk melanjutkan
berpuasa 6 hari untuk menambah
ganjaran pahala.
Kesebelas, Yesus mengajarkan agar
berucap “Kedamaian untuk rumah
ini” ketika memasuki rumah. Lihat
Luke 10:5. Dan juga memberi salam
kepada orang-orang di dalam
rumah dengan ucapan “Kedamaian
untuk kalian”. Sekali lagi, muslim
melakukan hal yang sama persis
dengan apa yang dilakukan dan
diajarkan Yesus. Ketika kita masuk
ke rumah kita, atau rumah orang
lain, kita mengucapkan “Bismillah”
dan juga memberi salam
“assalamualaikum”. Inilah tuntunan
Alquran dalam surat 24 (An-Nur)
ayat 61.
Kedua belas, Yesus dikhitan
(disunat). Khitan merupakan salah
satu dari 5 sunnah fitrah dalam
ajaran Islam. Dalam Islam, seorang
laki-laki diwajibkan untuk
berkhitan. Berdasarkan Injil Luke
2:21. Yesus berusia 8 hari saat ia
dikhitan. Di dalam Taurat, Allah
berfirman kepada Nabi Ibrahim
bahwa khitan adalah sebuah
“perjanjian abadi”. Lihat Genesis
17:13. Di dalam Alquran, surat 16
(An-Nahl) ayat 123, seorang muslim
diwajibkan untuk mengikuti agama
Nabi Ibrahim. Nabi Muhammad ﷺ
bersabda, “Ibrahim berkhitan
setelah berumur delapan puluh
tahun” (HR. Bukhari, Muslim, dan
Ahmad).
Ketiga belas, Yesus berbicara dalam
bahasa Aramaik dan menyebut
Tuhan dengan Elah. Secara
penyebutan atau pelafalan, sama
dengan lafadz Allah. Aramaik
adalah bahasa kuno. Ia merupakan
bahasa Bible. Bahasa ini
merupakan salah satu dari Bahasa
Semit. Termasuk juga bahasa
Hebrew (Ibrani), Arab, Ethiopia,
dan bahasa-bahasa kuno lainnya
seperti bahasa Assyria dan
Babylonia yang merupakan Bahasa
orang-orang Akkadia.
Bahasa Aramaik “Elah” dan bahasa
Arab “Allah” adalah sama.
Kata Aramaik “Elah” berasal dari
bahasa Arab “Allah”. Yang artinya
adalah Tuhan. Allah dalam bahasa
Arab artinya juga Tuhan. Tuhan
Yang Mahatinggi. Anda bisa
dengan mudah mendapatkan
kesamaan pelafalannya. Dengan
demikian, Tuhannya Yesus juga
merupakan Tuhannya orang-orang
Islam. Dialah Tuhan semua
manusia. Dan Tuhan semua makhluk
yang ada.
Nah, sekarang katakan kepadaku,
siapakah pengikut Yesus yang
sebenarnya? Tentu saja jawabnya
umat Islam. Sekarang saya yakin
saya telah menjadi pengikut Yesus
yang sebenarnya”. Tutup
Adebayor.
Penutup
Kajian yang dilakukan Adebayor
benar-benar menunjukkan bahwa
yang benar itu jelas dan yang
menyimpang itu juga telah jelas.
Oleh karena itu, benarlah apa yang
Allah firmankan,
ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺒْﺘَﻎِ ﻏَﻴْﺮَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡِ ﺩِﻳﻨًﺎ
ﻓَﻠَﻦْ ﻳُﻘْﺒَﻞَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻓِﻲ
ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮِﻳﻦَ
“Barangsiapa mencari agama selain
agama Islam, maka sekali-kali
tidaklah akan diterima (agama
itu)daripadanya, dan dia di akhirat
termasuk orang-orang yang
rugi.” (QS:Ali Imran | Ayat: 85).
Rugilah mereka yang memilih
agama selain Islam. Apalagi
menukarnya dengan yang
selainnya.
Sumber: theheraldng.com
Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar